Dinkes Kabupaten Malang Targetkan 8 Puskesmas Bakal Diperbaiki di Tahun 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menargetkan perbaikan dan peningkatan layanan pada delapan Puskesmas sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, tiga Puskesmas masuk tahap lelang untuk program relokasi tahap dua, karena dinilai tidak lagi memenuhi standar pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan tiga Puskesmas yang masuk proses lelang di antaranya berada di Bululawang, Wonokosumo, serta satu lokasi lain yang saat ini masih dalam pendataan.

“Untuk tahun ini yang terencana itu delapan Puskesmas. Dan tiga itu lelang ya. Tiga lelang ini untuk perbaikan relokasi Puskesmas, relokasi tahap dua,” kata Wiyanto.

Ia menjelaskan, anggaran perbaikan dan relokasi Puskesmas tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Dana tersebut digunakan untuk revitalisasi fasilitas, penambahan sarana penunjang, hingga relokasi bangunan yang sudah tidak layak.

“DAK pusat itu ya, biasanya dari situ. Anggaran dari pusat,” ujarnya.

Menurut Wiyanto, perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat ringan, melainkan menyasar aspek mendasar bangunan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ya yang bocor-bocor, yang kurang, penambahan fasilitasnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiyanto menyebutkan relokasi Puskesmas akan semakin banyak dilakukan ke depan, terutama bagi bangunan yang lokasinya tidak memenuhi standar, seperti keterbatasan lahan parkir, lingkungan kurang sehat, hingga berdekatan dengan tempat pembuangan sampah.

“Puskesmas yang tidak layak itu dipindah semua. Ada beberapa yang dipindah. Disediakan tanahnya kemudian dibangun kembali terus Puskesmasnya pindah,” jelasnya.

Selain Bululawang, Puskesmas yang direncanakan untuk relokasi antara lain Pagelaran, Kepanjen, dan Pamotan, dengan lokasi baru yang disiapkan memiliki lahan lebih luas untuk mendukung standar pelayanan kesehatan.

Khusus untuk Puskesmas Bululawang, relokasi dilakukan karena lokasinya berada di tepi pasar dan dekat TPS, sehingga dinilai tidak memenuhi standar lingkungan pelayanan kesehatan.

“Parkirannya kurang bagus, terus bau sampah-sampah, dekat TPS. Jadi relokasi semua,” bebernya.

Untuk lokasi baru, Pemkab Malang telah menyiapkan tanah desa yang masih berada di wilayah Bululawang, meski sedikit bergeser dari lokasi lama.

“Ada, pindah ke tanah desa. Agak jauh sedikit,” katanya.

Wiyanto menambahkan, pembenahan Puskesmas akan terus dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Malang.

“Puskesmas ini setiap tahunnya tetap dibenahi terus,” pungkasnya. (yog/bob)