Cerita Bisnis Anak Muda Malang, Dari Titipan Barang Mahasiswa Kini Merambah Jasa Pindahan

Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan dan mahasiswa di Kota Malang, kebutuhan akan layanan penitipan barang
Titipdulu.id menyediakan layanan penitipan barang, penitipan motor, hingga jasa pengangkutan barang bagi masyarakat dan wisatawan di Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan dan mahasiswa di Kota Malang, kebutuhan akan layanan penitipan barang ternyata masih cukup tinggi. Kondisi itulah yang melatarbelakangi berdirinya Titipdulu.id, sebuah usaha jasa penitipan barang yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 14, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Usaha tersebut dirintis oleh Daffa Nabil pada masa pandemi Covid-19. Awalnya, layanan yang ia tawarkan ditujukan untuk membantu mahasiswa perantauan yang harus pulang kampung akibat pandemi namun belum bisa membawa seluruh barang kos mereka.

“Waktu Covid banyak teman-teman kuliah yang pulang kampung. Karena enggak tahu Covid selesainya kapan, akhirnya saya buka penitipan barang untuk anak-anak kos,” kata Nabil saat diwawancari blok-a.com, Jumat (12/6/2026).

Pada awal operasionalnya, Nabil menjalankan usaha tersebut dari rumah pribadi. Ia hanya menawarkan kepada teman-temannya untuk menitipkan barang selama meninggalkan Malang.

Tak disangka, layanan tersebut mendapat respons positif dan jumlah barang yang dititipkan terus bertambah. Bahkan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sempat kewalahan menampung barang pelanggan.

“Awalnya di rumah sendiri. Saya bilang ke teman-teman, barangnya titipkan saja di sini. Ternyata ramai sampai rumah overload,” ujarnya.

Meski saat itu masih berstatus mahasiswa dan belum secara serius melakukan pemasaran, permintaan layanan penitipan tetap berdatangan. Bahkan setelah pandemi mereda, kebutuhan masyarakat terhadap jasa penitipan barang ternyata tidak ikut hilang.

Pada tahun 2022, Nabil sempat mengira tren penitipan barang akan berakhir seiring normalnya aktivitas masyarakat. Namun kenyataannya, pelanggan masih terus berdatangan.

“Waktu itu saya pikir trennya sudah hilang. Ternyata masih ada terus,” katanya.

Melihat peluang tersebut, kemudian Nabil mengembangkan layanan baru berupa penitipan barang harian yang menyasar wisatawan. Ide tersebut muncul setelah ia kerap menerima permintaan penitipan koper maupun barang bawaan wisatawan yang ingin berkeliling Kota Malang tanpa harus membawa barang berat.

Awalnya layanan tersebut masih dijalankan dari rumah dengan sistem antar jemput barang. Namun karena peminatnya terus bertambah, Nabil akhirnya membuka lokasi usaha di kawasan yang lebih strategis pada tahun 2025.

“Kami coba penitipan harian buat wisatawan. Ternyata ramai juga. Akhirnya tercetus untuk buka di lokasi yang dekat stasiun,” ujarnya.

Lokasi Titipdulu.id yang berada tepat di seberang pintu timur Stasiun Malang membuat layanan ini banyak dimanfaatkan wisatawan dari luar kota. Bahkan menurutnya, tidak sedikit pelanggan yang berasal dari luar negeri.

“Kalau wisatawan, barang yang dititipkan kebanyakan koper karena berat kalau dibawa jalan-jalan. Kalau anak kos macam-macam, mulai baju, buku sampai mesin cuci kecil juga ada,” katanya.

Saat ini, Titipdulu.id menyediakan tiga pilihan paket penitipan harian, yakni 6 jam, 12 jam dan 24 jam. Tarif penitipan dimulai dari Rp30 ribu untuk loker ukuran kecil selama enam jam. Untuk loker ukuran sedang, tarif yang dikenakan mulai Rp55 ribu. Sementara barang berukuran besar ditempatkan pada rak penyimpanan khusus dengan tarif mulai Rp75 ribu.

Selain penitipan harian, tersedia pula layanan penitipan bulanan yang banyak dimanfaatkan mahasiswa. Tarifnya mulai Rp200 ribu per bulan dan sudah termasuk layanan penjemputan barang.

Tak hanya menyediakan penitipan barang, Titipdulu.id juga melayani penitipan sepeda motor. Layanan tersebut cukup diminati karena lokasinya yang dekat dengan stasiun.

“Titip motor harian bisa, bulanan juga bisa. Tarifnya Rp8 ribu per hari. Kendaraan disimpan di dalam ruangan dan diawasi CCTV,” jelas Nabil.

Pria alumni Universitas Brawijaya itu menambahkan, pelanggan juga dapat meminta kendaraan dipanaskan secara berkala selama dititipkan.

Selain itu, Titipdulu.id turut menyediakan jasa pengangkutan barang menggunakan armada tosa dan mobil pikap. Layanan ini banyak dimanfaatkan mahasiswa yang pindah kos maupun masyarakat yang sedang melakukan pindahan rumah. Untuk armada tosa, tarif jasa angkut dimulai dari Rp50 ribu dengan jarak sekitar satu hingga empat kilometer. Sedangkan armada pikap dikenakan tarif mulai Rp80 ribu untuk jarak yang sama.

Menurutnya, jasa pengiriman barang yang mereka layani tidak hanya mencakup wilayah Malang Raya. Beberapa kali pihaknya juga mengirim barang ke berbagai kota di luar daerah, termasuk Jakarta.

Nabil menjelaskan, seluruh layanan yang tersedia di Titipdulu.id, mulai dari penitipan barang, penitipan motor, hingga jasa pengangkutan barang, tidak mensyaratkan jaminan khusus kepada pelanggan. Sebagai bentuk pendataan dan keamanan, pelanggan hanya diminta menunjukkan identitas diri asli seperti KTP untuk didokumentasikan.

“Kalau syaratnya paling cuma menunjukkan identitas asli seperti KTP. Kami foto untuk pendataan saja, tidak ada jaminan lain,” jelasnya.

Layanan Titipdulu.id buka mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Namun penitipan di luar jam operasional tetap dapat dilakukan dengan sistem reservasi terlebih dahulu.

Saat ini, rata-rata terdapat sekitar 20 barang yang dititipkan setiap hari. Pada hari kerja jumlahnya berkisar 10 barang per hari, sedangkan saat akhir pekan bisa mencapai 30 barang.

Nabil menilai pelayanan menjadi faktor utama yang membuat pelanggan kembali menggunakan jasanya. Karena itu, ia menempatkan kualitas layanan dan transparansi sebagai prioritas utama.

“Kami mengedepankan pelayanan. Customer service harus cepat dan ramah. Selain itu, kondisi barang selalu kami update supaya pelanggan merasa aman,” ujarnya.

Selain sistem pembayaran tunai, Titipdulu.id juga menerima pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit maupun QRIS.

“Yang penting pelanggan nyaman dan merasa barangnya aman selama dititipkan di sini,” pungkasnya. (ber/bob)

Exit mobile version