Keripik Gedebok Pisang Asal Malang, Jadi Primadona Pasar Lokal Hingga Luar Negeri

Ika Wulandari, produsen kripik gedebok pisang asal Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Ika Wulandari, produsen kripik gedebok pisang asal Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Ika Wulandari, warga Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang berhasil kenalkan olahan keripik Gedebok Pisang hingga pasar luar negeri.

Wanita satu ini merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam kelompok Entrepreneur Community of Pagelaran (Ecopaga).

Perlu diketahui, kelompok UMKM Ecopaga tersebut dikelola oleh pemuda di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang untuk membantu produk lokal dalam kepengurusan merk hingga pemasaran.

Bukan tanpa alasan, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Sawaru ini berhasil mengolah makanan unik yang terbuat dari bahan dasar pelepah pohon pisang atau yang kerap disebut gedebok pisang karena melimpahnya pohon pisang di lingkungannya.

Seorang yang terampil dalam mengolah berbagai jenis produk keripik ini kemudian memutar otak untuk kemudian menjadikan pohon pisang layak untuk dimakan hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Berbekal keterampilan yang ia miliki, hingga akhirnya menemukan resep yang cocok. Ika sapaan akrabnya, kemudian memberanikan diri untuk membuat produk dalam jumlah banyak untuk dibagikan ke lingkungan sekitar.

“Awalnya kita coba-coba dulu di kelompok Ecopaga sebelum dipasarkan, ternyata banyak yang suka. Akhirnya memberanikan diri untuk memasarkan ke luar wilayah Pagelaran,” kata Ika Wulandari saat ditemui di rumah produksi, Selasa (30/7/2024).

Hingga saat ini, ia mengatakan dapat memproduksi 400 pack setiap bulannya. Makanan renyah dan gurih ini banyak diminati di wilayah luar kota, seperti Bali, Kalimantan hingga pasar luar negeri seperti Hongkong dan Taiwan.

“Kalau ramai bisanya sampai 750 pack itu saat musim lebaran, puasa, tahun baru. Untuk pasar luar negeri biasanya dibawa TKW yang bekerja di sana,” jelasnya.

Untuk pasar luar negeri, setiap bulannya selalu ada pesanan. Kemudian, juga beberapa di pusat oleh-oleh di Bali, Jogja dan lain sebagainya.

Selain keripik gedebok pisang, sambung Ika, ada juga keripik menjes, sale pisang kering. Kemudian, kripik usus, kripik tela ungu, kripik tape, nangka dan masih banyak lainnya.

“Kalau pasar luar negeri setiap bulan ada. Ada juga di pusat oleh-oleh, terutama paling banyak di Bali,” pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version