Kota Malang, blok-a.com – Kampung tematik menjadi salah satu ciri khas wisata Kota Malang. Terdapat 23 kampung tematik yang tersebar di kota ini.
Sebagai upaya menggiatkan kembali geliat wisata di kampung-kampung tematik tersebut, Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang berniat menyelenggarakan beberapa event untuk menarik pengunjung.
Untuk bulan Februari ini, sebanyak 3 event akan diselenggarakan. Dua event akan dilaksanakan di Kampung Bamboo Mewek Park yang terletak di Jl. Ikan Tombro Barat, Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru.
Sedangkan satu event lain akan dilaksanakan di Kampung Sanan Tempe, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.
Di Kampung Bamboo Mewek Park, akan ada dua event kebudayaan, yang pertama Festival Bantengan yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 11 Februari, dan Jaranan yang akan diselenggarkan pada tanggal 25 Februari nanti.
Sementara itu, di Kampung Tempe Sanan akan diselenggarakan acara Gugur Gunung Bangun Kampung Sodaqoh Gizi pada hari Minggu 25 Februari nanti bersamaan dengan event Jaranan di Kampung Bamboo Mewek Park.
Secara keseluruhan, sebanyak 77 event akan dilaksanakan di hampir seluruh kampung tematik di Kota Malang. Satu event yang sudah terlaksana adalah gugur gunung dan penanaman 1.000 pohon di Kampung Bamboo Mewek Park pada Januari lalu.
“Jadi, kami sudah menyusun jadwal 77 event wisata Kampung Tematik Kota Malang 2024,” terang Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi.
Dari 23 Kampung Tematik yang ada, hanya 3 kampung saja yang tidak dilibatkan. Sedangkan 20 kampung lainnya akan bergiliran menggelar berbagai macam acara.
“Ada 3 kampung yang tidak mencatatkan ke kalender event wisata Kampung Tematik, yakni Kampung Kramat Kasin, Kampung Wisata Aeng Wonokoyo, Kampung Nila Slilir Bakalan Krajan,” terang sosok yang juga sering disapa Ki Demang itu.
Tujuan dari diadakanya 77 event di hampir seluruh kampung tematik di Kota Malang tersebut adalah untuk meingkatkan kesadaran masyarakat akan potensi dan kearifan kampung tematik yang sudah ada saat ini.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat bahwa kampung tematik yang jadi tempat wisata harus dijaga dan dirawat untuk meningkatkan sapta pesona,” terang Isa.(mg3/lio)




