Gus Is Beber Persiapan Besar di Stadion Gajayana Jelang Harlah NU

KH Isroqunnajah saat meninjau persiapan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana. (blok-a.com / M Berril Labiq)
KH Isroqunnajah saat meninjau persiapan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Persiapan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus dimatangkan menjelang pelaksanaan acara yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026. Memasuki H-3, kesiapan teknis hingga pengaturan arus jamaah menjadi fokus utama.

Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah, menyampaikan bahwa progres persiapan fisik di lokasi acara terus berjalan. Pengerjaan panggung utama masih berlangsung dan ditargetkan segera rampung.

“Seperti yang bisa kita saksikan di stadion ini, untuk panggung sedang dalam penggarapan. Estimasinya besok insyaallah sudah ready semua,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya, Rabu (4/2/2026).

Selain panggung, panitia juga menyiapkan kebutuhan pendukung lainnya, mulai dari sistem pencahayaan, tata suara, hingga videotron. Seluruh perangkat tersebut diproyeksikan selesai sebelum hari pelaksanaan.

“Untuk lighting, sound system, dan videotron insyaallah juga sudah selesai,” katanya.

Tak hanya aspek teknis di dalam stadion, panitia juga mengintensifkan koordinasi dengan PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur. Komunikasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi besarnya jumlah jamaah yang akan datang ke Kota Malang.

Menurut Gus Is, keterbatasan akses jalan menuju Kota Malang menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan pengaturan arus jamaah sejak dari daerah asal.

“Kami terus update komunikasi dengan ketua-ketua PC se-Jawa Timur. Tadi malam juga kami melakukan Zoom meeting untuk menyampaikan informasi teknis,” jelasnya.

Sebanyak 45 PCNU kabupaten/kota di Jawa Timur dibagi ke dalam sembilan zona kedatangan. Skema ini disiapkan agar pergerakan jamaah tidak menumpuk pada satu waktu dan satu titik.

Untuk jamaah dari arah barat, panitia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kabupaten Malang dengan menyiapkan titik standby di kawasan Pujon dan Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Jamaah yang datang melalui jalur tol diminta bertahan sementara di rest area sebelum mendapatkan arahan masuk kota.

Sementara jamaah dari arah selatan akan disiapkan di kawasan Kepanjen dan Bululawang. Adapun jamaah dari arah utara masih dicarikan titik yang paling memungkinkan untuk dijadikan lokasi penyangga sebelum memasuki Kota Malang.

“Drop zone utama berada di kawasan Tugu Balai Kota. Setelah itu jemaah akan transit sementara di beberapa titik, seperti SMA Tugu, Masjid Jami’, dan Masjid Khadijah, sebelum diarahkan LO untuk masuk ke area stadion,” ungkapnya.

Gus Is memperkirakan jumlah jemaah dari Kota Malang berkisar 5.000 orang, sementara dari Kota Batu sekitar 5.000 orang. Adapun jamaah dari Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 15.000 orang, disusul jamaah dari Kota Blitar 3.000 orang dan Kabupaten Blitar 5.000 orang.

“Blitar juga punya venue sendiri untuk rangkaian Harlah NU sampai 7 Februari di Kampung Coklat, ada pameran UMKM, halal food, dan kegiatan santri,” imbuhnya.

Rangkaian Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad NU akan digelar selama dua hari, 7–8 Februari 2026, dengan kegiatan dimulai sejak pukul 21.00 WIB berupa sholawatan hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, dilanjutkan khatmil Qur’an, pembacaan ijazah doa para kiai sepuh, salat Subuh berjemaah, serta sholawatan bersama Syubbanul Muslimin dan Gus Azmi.

“Setelah itu dilanjutkan dengan istigasah atau mujahadah doa bersama, lalu seremoni sambutan Ketua PWNU, Gubernur, hingga Presiden RI jika hadir. Estimasi acara selesai sekitar pukul 09.00 WIB, namun kepadatan lalu lintas diperkirakan baru terurai hingga sore hari,” pungkasnya.

Dengan berbagai skema tersebut, panitia berharap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Kota Malang dapat berlangsung tertib, aman, dan khidmat. (ber/bob)

Exit mobile version