Padukan Musik dan Isu Lingkungan, Sound for Earth Hadirkan Konser Edukatif di Kota Malang

Penampilan band Tropical Forest (Malang) di acara Sound for Earth, Sabtu (31/5/2026) (foto: Blok-a.com/Ovan Z.)
Penampilan band Tropical Forest (Malang) di acara Sound for Earth, Sabtu (31/5/2026) (foto: Blok-a.com/Ovan Z.)

Kota Malang, Blok-a.com – Sebuah gerakan kepedulian lingkungan dikemas secara kreatif lewat panggung musik di Kota Malang dengan tajuk Sound for Earth, Sabtu (31/5/2026). Acara ini hadir untuk memberikan hiburan yang juga mengusung misi edukasi.

Lahir atas ide dan inisiatif dari Doddy WW, Marketing Manager Branch Djarum wilayah Malang Raya, yang berkolaborasi dengan Robi, vokalis band Navicula (Bali). Hubungan personal antara keduanya menjadi motor penggerak utama di balik layar Sound for Earth.

“Saya sama Robi berteman lama kan, teman akrab pula. Jadi setidaknya apa yang mereka lakukan pun saya ikuti, karena kita teman,” ujar Doddy saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (31/5/2026).

Ia mengungkapkan bahwa konsistensi Robi dan Navicula dalam menyuarakan isu lingkungan menjadi inspirasi awal untuk membawa gerakan serupa ke Malang. Melalui pendekatan yang lebih segar, edukasi lingkungan ini sudah digulirkan melalui rangkaian pre-event sebelum acara utama berlangsung.

“Aku berpikir bahwa ya memang sepertinya kita perlu mulai ya, seperti yang dikatakan teman-teman Navicula, peduli pada lingkungan. Akhirnya saya bikin event yang, ya enggak sekadar hanya entertainment, tapi kita ada edukasi. Sebelum hari H ini pun Robi juga sudah ngisi talkshow, ada podcast sudah,” lanjutnya.

Robi Navicula membenarkan bahwa gerakan lingkungan berbasis musik ini kini terus meluas secara organik berkat jejaring antar-musisi yang aktif saling mendukung. Ia menekankan pentingnya sebuah gerakan yang mampu berkembang dan mandiri sebagai sebuah ekosistem.

“Dari sinilah jejaring kita sama musisi itu jadi sering-sering ikut manggung gini kan jadi, ‘Oh ini ngomongin ini, ini ngomongin ini.’ Dari situlah jejaring muncul,” ungkap Robi.

Penampilan band Navicula (Bali) di acara Sound for Earth, Sabtu (31/5/2026) (foto: Blok-a.com/Ovan Z.)
Penampilan band Navicula (Bali) di acara Sound for Earth, Sabtu (31/5/2026) (foto: Blok-a.com/Ovan Z.)

Lebih lanjut, Robi menjelaskan bahwa gerakan kolektif seperti ini harus bersifat expandable agar musisi-musisi di berbagai daerah bisa ikut terlibat dan menghidupkan ekosistemnya sendiri tanpa harus terus-menerus didampingi secara kaku.

“Aku selalu suka project-project yang spin-off. Jadi project itu didirikan, pertama dibikin konsepnya, didampingi. Tapi begitu dia sudah establish, aku suka project itu berjalan sendiri. Karena sebenarnya gerakan ini dari musisi secara kolektif udah bisa jalan sendiri secara ekosistem,” tambah Robi.

Selain membawa misi hijau, Sound for Earth juga dirancang sebagai ruang bagi musisi dan anak muda lokal Malang untuk menyalurkan aktivitas yang positif. Doddy melihat besarnya potensi band-band lokal di Malang yang membutuhkan wadah agar terus berkembang.

“Penginnya sih support teman-teman lokal. Banyak band-band bagus, tapi ya kita coba support semampu kita, kita berpartisipasi supaya permusikan atau aktivitas anak muda yang positif bisa terakomodir. Sih, tujuan kami gitu,” tegasnya.

Acara musik Sound for Earth sendiri diwarnai penampilan sejumlah musisi kondang. Gelaran di Preston Hall tersebut juga turut mengusung Iksan Skuter, Tropical Forest, Secretplan, The Binals, The Samo, dan 770 sebagai pengisi acara.

Langkah taktis yang diambil Doddy di tingkat regional Malang Raya ini juga berjalan selaras dengan visi besar perusahaan tempatnya bernaung. Komitmen terhadap isu sosial dan kelestarian alam diketahui telah menjadi bagian dari DNA perusahaan secara nasional yang bergerak aktif melalui payung Djarum Foundation.

Melalui program Bakti Lingkungan, Djarum Foundation telah konsisten melakukan aksi nyata berskala masif. Salah satunya penanaman pohon trembesi di berbagai wilayah Indonesia, di samping kontribusi berkelanjutan mereka di bidang Bakti Pendidikan melalui program beasiswa.

“Kita ‘kan ada Foundation, Bakti Lingkungan kayak tanam trembesi di seluruh Indonesia kita tanam, terus kita juga ada Bakti Pendidikan ada beasiswa gitu. Dari corporate juga memang seperti itu. Tapi secara prinsip, corporate ya sangat mendukung. Kan kita sangat memperhatikan itu,” pungkas Doddy. (ova)

Exit mobile version