Segera Hadir, South Wave di Pantai Regent Balekambang, Padukan Wisata Bahari dengan Atraksi Budaya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Event South Wave disiapkan untuk memperkuat promosi wisata Pantai Selatan Kabupaten Malang melalui kolaborasi destinasi, pelaku usaha pariwisata, UMKM, serta kesenian dan kebudayaan lokal. South Wave sendiri memiliki arti sebagai gelombang selatan yang akan menggelora di wilayah Malang Selatan.

Dalam pelaksanaannya pada 24–25 Oktober 2026, South Wave direncanakan menghadirkan tiga hingga empat kelompok kesenian sebagai bagian dari upaya menggerakkan potensi seni di Malang Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan konsep South Wave sebagai ruang pertemuan antara pengelola destinasi wisata, agen perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Malang berharap potensi wisata Malang Selatan semakin dikenal di tingkat nasional sekaligus mendorong pelaku UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita ketahui bahwa pengunjung Pantai Selatan ini masih didominasi keluarga. Namun, kita berharap bisa menjadi wisata yang berkelas dan menarik wisatawan asing,” ujar Firmando saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).

Ia menambahkan, wisatawan asing sebenarnya sudah mengunjungi kawasan Malang Selatan, terutama untuk kegiatan edukasi dan konservasi. Seperti pelestarian terumbu karang di CMC Tiga Warna, konservasi mangrove, serta penyu. Namun, promosi lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menarik wisatawan mancanegara yang ingin menikmati wisata pantai.

Di sisi lain, South Wave juga diarahkan untuk menggali potensi produk lokal, khususnya kerajinan suvenir dan kuliner khas Malang Selatan.

Menggali Potensi Lokal

Firmando menilai produk suvenir berciri khas daerah masih perlu dikembangkan agar bisa menjadi bagian dari daya tarik destinasi wisata. Pihaknya telah berkomunikasi dengan para camat untuk mendorong munculnya produk unggulan yang dapat dipasarkan kepada wisatawan.

”Di sektor kuliner, Malang Selatan telah memiliki sejumlah produk yang dikenal, salah satunya kuliner Mbok Se di Gedangan. Ke depan, diharapkan semakin banyak kuliner lokal yang berkembang dan memperkuat identitas gastronomi di sana,” tuturnya.

Selain produk UMKM, pengembangan agenda kegiatan di kawasan pantai juga menjadi perhatian. Sejumlah destinasi, seperti Pantai Balekambang dan Ngliyep, telah menghadirkan pertunjukan kesenian sebagai bagian dari paket wisata, termasuk paket bermalam.

“Kita berharap semua pantai di Malang Selatan bergeliat mengolaborasikan destinasi dengan kesenian dan kebudayaan. Jadi, wisata pantai tidak hanya mengandalkan atraksi modern, tetapi juga menguatkan budaya dan atraksi tradisional,” jelasnya.

Pertunjukan yang disiapkan antara lain tari semi-modern yang berkolaborasi dengan unsur tradisional. Disparbud juga berharap kesenian Wayang Topeng dapat ditampilkan dalam pagelaran malam hari.

Selain itu, unsur hiburan bagi anak muda turut dihadirkan melalui penampilan DJ dengan konsep kolaborasi musik modern dan musik tradisional, termasuk kemungkinan penggunaan gamelan.

Firmando menyampaikan, perpaduan tersebut diharapkan bisa menghadirkan karakter berbeda dalam pengembangan wisata Pantai Selatan, dengan tetap menonjolkan kekayaan seni dan budaya lokal.

Melalui penyelenggaraan South Wave di kawasan Pantai Regent Balekambang Disparbud Kabupaten Malang menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan.

“Harapan kami, ribuan pengunjung dapat memerintahkan event ini,” bebernya.

Pengunjung tetap mengikuti tarif tiket masuk pantai yang berlaku. Sementara itu, paket wisata bermalam akan dikelola oleh pihak pengelola Balekambang.

Dengan menggabungkan promosi destinasi, pengembangan UMKM, dan pertunjukan seni budaya, South Wave diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat daya tarik wisata Pantai Selatan Kabupaten Malang.

“Tentunya ini sesuai dengan visi misi ”Malang Makmur Berdaya Saing”. Itu yang menjadi komitmen kami untuk mempersiapkan sumber daya yang mampu bersaing,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version