Ungkapkan Rasa Syukur, Warga Desa Serang Blitar Gelar Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong

Tradisi turun temurun Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Tradisi turun temurun Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Memasuki bulan Selo dalam Kalender Jawa, warga desa di Kabupaten Blitar hampir seluruhnya menyelenggarakan tradisi Bersih Desa.

Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai ziarah ke makam leluhur dan wilujengan, Kirab Pusaka, kenduri dan kirim doa untuk Punden Desa.

Bahkan menggelar tradisi Jawa seperti pertunjukan wayang dan tari-tarian tradisional atau campur sari.

Demikian halnya di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Warga bersama perangkat desa mengadakan ritual Bersih Desa yang dilaksanakan mulai 22 Mei hingga 31 Mei 2024 mendatang.

Adapun beberapa rangkaian kegiatan Bersih Desa di Desa Serang ini, diawali dengan Kirab Pusaka Desa dilanjut dengan Macapat, Rabu 22 Mei 2024.

Kemudian pada Kamis, 23 Mei 2024 dilaksanakan Khataman Al-Qur’an, Kenduri Dan Kirim Doa Punden Desa, Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong, Bazar UMKM, Sendra Tari Sanggar Seni Desa Serang, Pagelaran Wayang Orang Cipto Kawedar.

Selanjutnya pada Jumat, 24 Mei 2024 dilaksanakan Ruwat Murwakala.

Puncak acara Bersih Desa Serang akan diakhiri dengan pagelaran Dramasoka (Cak Percil Cs), yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 31 Mei 2024 mendatang.

Kepala Desa (Kades) Serang Dwi Handoko mengatakan, tradisi bersih desa ini rutin diselenggarakan setiap bulan Selo penanggalan Jawa.

“Bersih Desa ini, merupakan tradisi selamatan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada leluhur desa. Sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa. Dan untuk membersihkan desa dari pengaruh roh-roh jahat yang mengganggu,” kata Dwi Handoko.

Lebih lanjut Kades Dwi Handoko menandaskan, Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong yang diikuti seluruh warga masyarakat Desa Serang merupakan adat atau tradisi yang memiliki makna, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dimana 1000 Lengkong tesebut berasal dari seluruh warga masyarakat Desa Serang.

“Kenduri Sedekah Bumi 1000 Lengkong ini merupakan adat atau tradisi yang filosofinya adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dari warga masyarakat. Yang sudah dilakukan turun temurun dari nenek moyang, dan memberikan doa kepada para leluhur yang telah merintis dan berjuang untuk Desa Serang dari waktu ke waktu,” tandasnya.

Orang nomor satu di Desa Serang ini menyampaikan, sementara Ruwat Murwakala merupakan sebagai doa tolak balak.

“Ruwat Murwakala ini sebagai doa tolak balak, agar masyarakat diberi keselamatan, dilancarkan rejekinya, guyup rukun, dan tentunya dengan gotong royong ini, Desa Serang akan terus maju,” pungkasnya.(jar/lio)

Exit mobile version