Jelang Iduladha, Tren Kurban Warga Kota Malang Bergeser ke Sapi

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberi stiker tanda hewan kurban dinyatakan sehat (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberi stiker tanda hewan kurban dinyatakan sehat (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Tren kurban di Kota Malang tahun ini mulai bergeser. Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, permintaan hewan kurban jenis sapi mengalami peningkatan dibandingkan kambing.

Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang memilih sapi sebagai hewan kurban. Akibatnya, penjualan kambing di sejumlah lapak hewan kurban justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, tren pembelian sapi meningkat cukup signifikan pada Iduladha tahun ini.

“Hanya memang sekarang tingkat pembeliannya lebih banyak sapi dibandingkan kambing. Jadi memang kambing agak menurun, dan ini banyak pembeli yang mencari untuk kurban sapi,” ujar Wahyu seusai melakukan pengecekan hewan kurban di kawasan Saxophone, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas pasokan sapi kurban di Kota Malang berasal dari wilayah Madura, khususnya Pamekasan. Sedangkan kambing lebih banyak dipasok dari Kabupaten Malang.

“Kalau sapi banyak dari Madura, Pamekasan. Kalau kambing dari Kabupaten Malang,” katanya.

Peningkatan jumlah sapi kurban juga dibenarkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono. Menurutnya, jumlah sapi yang masuk dan diperiksa tahun ini lebih banyak dibanding Iduladha tahun lalu.

“Jumlah sapinya lebih meningkat daripada tahun kemarin, ketimbang kambing. Kambing jumlahnya menurun seperti yang dikatakan Pak Wali tadi. Mungkin trennya masyarakat lebih ke sapi,” ujarnya.

Berdasarkan data Dispangtan Kota Malang, sebanyak 3.502 ekor hewan kurban terdiri dari sapi, kambing, dan domba di 107 titik penjualan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemerintah Kota Malang juga memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman dari penyakit menular. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Anton menyebut, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 800 ekor ternak sejak awal tahun 2026.

“Insyaallah ternak kambing maupun sapi sudah bebas PMK. Kalau di Jawa Timur sendiri atau Kota Malang ini bebas antraks maupun LSD,” jelasnya. (yog/bob)

Exit mobile version