Mengenal Asal-usul Nama Bareng Bandar Angin, Tenes, dan Kartini di Kota Malang

Kawasan Bareng Bandarangin di Kota Malang yang dulunya merupakan tempat pusaran angin karena luas wilayahnya. (blok-a.com/ M Berril Labiq)
Kawasan Bareng Bandarangin di Kota Malang yang dulunya merupakan tempat pusaran angin karena luas wilayahnya. (blok-a.com/ M Berril Labiq)

 

 

Kota Malang, blok-a.com – Kawasan Bareng menjadi salah satu wilayah di Kota Malang yang memiliki beragam nama lokal. Beberapa di antaranya yakni Bareng Bandar Angin, Bareng Tenes, dan Bareng Kartini.

Nama-nama tersebut bukan sekadar penanda wilayah. Menurut sejarawan Malang, Agung H Buana, sejumlah nama di kawasan Bareng berkaitan dengan kondisi lingkungan maupun keberadaan bangunan dan fasilitas yang pernah ada di wilayah tersebut.

Bareng Bandar Angin

Salah satu nama yang menarik adalah Bareng Bandar Angin. Menurut Agung, nama tersebut memiliki beberapa kemungkinan penyebutan, yakni Bantar Angin yang merujuk pada bantaran, atau Banter Angin yang berarti angin kencang.

Penamaan tersebut dikaitkan dengan kondisi kawasan Bareng pada masa lalu yang memiliki bentang lahan cukup luas dan terbuka. Wilayah itu juga berada di sekitar sungai dengan kondisi yang cukup dalam.

“Bareng ini tempat dan landscape-nya kan luas. Ini yang sering kali kita bisa menjadikan otak-atik mathuk. Bisa menjadikan bantere angin atau bantar angin. Tapi karena bantere angin jadi bandar angin karena itu menyebabkan angin yang bergerak kuat,” ujar Agung, Minggu (4/10/2026).

Agung menjelaskan, sebelum Jalan Ijen dibangun, kawasan tersebut masih berupa bentang lahan terbuka. Kondisi itu membuat angin dapat berembus kencang dan berputar di sekitar wilayah tersebut.

“Karena angin itu terbentuk di situ. Makanya disebut bandar (pusaran) angin,” jelasnya.

Bareng Tenes

Nama berikutnya adalah Bareng Tenes. Penamaan ini berkaitan dengan keberadaan lapangan tenis di sekitar Stadion Gajayana pada masa lalu.

Arsip sejarah Kota Malang mencatat kompleks Stadion Malang memiliki sembilan lapangan tenis ketika dibangun pada masa kolonial.

Menurut Agung, lapangan tenis tersebut berada di kawasan yang kemudian berkaitan dengan pembangunan Malang Olympic Garden (MOG) dan Gedung Kartini di Jalan Kawi.

Sementara kawasan Bareng berada di seberangnya. Karena posisi tersebut, salah satu gang di Bareng kemudian dikenal dengan nama Bareng Tenes.

“Gang-nya itu disebut dengan Bareng Tenes karena berseberangan,” ujarnya.

Bareng Kartini

Berbeda dengan Bareng Bandar Angin dan Bareng Tenes, nama Bareng Kartini berkaitan dengan keberadaan sebuah sekolah.

Agung menjelaskan, dahulu terdapat Sekolah Kartini di kawasan tersebut. Sekolah itu kemudian berubah menjadi Bioskop Kelud.

Keberadaan Sekolah Kartini kemudian menjadi penanda bagi kawasan di sekitarnya hingga dikenal sebagai Bareng Kartini.

“Sering kali toponimi itu muncul karena situasi kondisi yang berada di wilayah itu. Contohnya Bareng Kartini, ya memang dulu ada Sekolah Kartini. Akhirnya kawasan di situ disebut dengan Bareng Kartini,” jelasnya.

Selain tiga nama tersebut, kawasan Bareng juga memiliki sejumlah penamaan lokal lain, seperti Bareng Raya, Bareng Tengah, Bareng Taman Bunga, serta kawasan Jalan Buah-buahan di sekitar Taman Gayam.

Nama-nama tersebut menjadi bagian dari toponimi kawasan Bareng yang terbentuk seiring perkembangan dan perubahan Kota Malang. (ber)

Exit mobile version