Puluhan Tahun Rawat Wayang Topeng, Sanggar Setyotomo Akhirnya Dapat Apresiasi Jatim

Sanggar Setyotomo Tumpang, Kabupaten Malang, akhirnya dapat apresiasi dari Provinsi Jawa Timur (foto: istimewa)
Sanggar Setyotomo Tumpang, Kabupaten Malang, akhirnya dapat apresiasi dari Provinsi Jawa Timur (foto: istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Perjuangan Budi Utomo mempertahankan kesenian Wayang Topeng Malang selama puluhan tahun akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sanggar Kesenian Setyotomo di Tumpang, Kabupaten Malang, menerima bantuan satu set gamelan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Budi Utomo dalam merawat dan mengajarkan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Selama bertahun-tahun, Budi mengaku harus memenuhi kebutuhan sanggar secara mandiri. Tidak hanya gamelan, berbagai perlengkapan kesenian hingga atribut Wayang Topeng juga dibuatnya sendiri.

“Sejak dulu gamelan itu rata-rata buat sendiri, hanya bilahan saja. Nanti saron, demung, kempul, laras itu juga buat senditi. Pejuang dari nol, modal dengkul,” ujar Budi, Jumat (21/8/2026).

Keterbatasan sarana tidak membuat aktivitas Sanggar Setyotomo berhenti. Budi bahkan membuat sendiri berbagai perlengkapan yang digunakan dalam pertunjukan Wayang Topeng, mulai dari kostum hingga mahkota.

“Kalau peralatan biasanya ya ada yang buat sendiri, ada yang beli. Kalau mayet-mayet itu, kostum itu, sendiri saya. Mulai dari rapak sampai mahkota itu semuanya buat sendiri. Jumlah anggota yang bergabung juga lumayan banyak, ada 50 orang,” lanjutnya.

Budi telah mengenal dan menekuni Wayang Topeng sejak era 1970-an. Sekitar tahun 2000, ia kemudian mendirikan sanggar untuk meneruskan pengetahuan kesenian tersebut kepada generasi berikutnya.

Kini, dengan adanya bantuan gamelan, ia berharap kegiatan sanggar semakin berkembang dan Wayang Topeng kembali mendapat tempat di kalangan anak muda.

“Fokus sanggar saya ini menu utamanya wayang topeng. Kalau kreasi ya wajar di sanggar itu. Tapi menu utamanya mulai dari kecil saya ajari wayang topeng. Mudah-mudahan kesenian Wayang Topeng di mata anak muda itu bisa dilihat sebagai kesenian yang sangat membanggakan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah Sanggar Setyotomo melalui proses kurasi. Salah satu pertimbangan utamanya adalah keterbatasan sarana sekaligus komitmen sanggar dalam menjaga kesenian tradisional.

“Kemarin ada proposal untuk memohon set gamelan dan sudah terkurasi bahwa sanggar tersebut memang minim sarana prasarananya. Sanggar tersebut mempunyai komitmen yang kuat terhadap pelestarian, dan Ibu Khofifah akhirnya memberikan perhatiannya berupa satu set gamelan,” ujarnya.

Evy menyebut perhatian terhadap Wayang Topeng Malang juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali kesenian yang sempat berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

Ia menerangkan, berdasarkan catatan Disbudpar Jatim pada 2024, Topeng Malang masuk dalam kategori kesenian yang hampir punah. Kondisi tersebut bukan semata karena minimnya pelaku, melainkan terbatasnya ruang bagi para seniman untuk beraktivitas dan tampil.

“Hampir punah itu artinya pelakunya masih banyak, tapi tidak ada panggung, tidak ada wadah untuk mereka beraktivasi. Nah, 2024 kami mencoba mengaktivasi kembali dan mengalami peningkatan yang signifikan. Topeng Malang saat ini di Malang Raya sudah menjadi tontonan yang amat sangat ditunggu,” ungkapnya. (yog)

Exit mobile version