Saat Ramadan Menghadirkan Ketenangan di Lapas Malang

Saat Ramadan Menghadirkan Ketenangan di Lapas Malang
Saat Ramadan Menghadirkan Ketenangan di Lapas Malang

Malang, blok-a.com – Suasana Ramadan terasa semakin khusyuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. Berbagai kegiatan pembinaan keagamaan digelar secara rutin, mulai dari salat Tarawih berjamaah hingga tadarus Al-Qur’an yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Malang.

Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bergilir per blok hunian untuk menjaga ketertiban serta menyesuaikan kapasitas masjid. Sementara itu, warga binaan yang belum mendapat giliran tetap melaksanakan Tarawih dan tadarus di blok masing-masing dengan pengawasan petugas.

Skema tersebut diterapkan agar seluruh warga binaan tetap dapat menjalankan ibadah secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan. Suasana religius pun terasa merata, baik di lingkungan masjid maupun di blok hunian.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turut hadir memberikan penguatan spiritual secara langsung kepada warga binaan pada bulan suci Ramadan ini. Ia menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.

“Saya mengajak seluruh warga binaan untuk istiqamah menjalankan ibadah, baik yang wajib seperti salat lima waktu dan puasa, maupun yang sunah seperti Tarawih dan tadarus,” ujarnya.

Menurut Teguh, konsistensi dalam menjalankan ibadah akan melatih kedisiplinan, kesabaran, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Harapannya, masa pidana tidak menjadi penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memperbaiki diri,” tambahnya.

Pembinaan keagamaan tidak hanya berlangsung di dalam lapas. Kegiatan serupa juga digelar di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Malang yang berada di wilayah Ngajum.

Di lokasi tersebut, warga binaan melaksanakan Tarawih dan tadarus di musala dengan suasana alam pegunungan yang sejuk. Lantunan ayat suci Al-Qur’an berpadu dengan suasana malam yang tenang, menghadirkan nuansa religius yang lebih mendalam.

Program pembinaan spiritual di SAE berjalan beriringan dengan program kemandirian yang selama ini dilaksanakan, seperti kegiatan kerja produktif dan pelatihan keterampilan.

Usai pelaksanaan tadarus, baik di dalam lapas maupun di SAE Ngajum, seluruh warga binaan mengikuti apel malam. Petugas melakukan cek fisik serta penghitungan jumlah penghuni sebagai bagian dari prosedur pengamanan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), Eksa Rahnuzulian, mengatakan pihaknya juga menambah personel piket malam selama Ramadan untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan aman dan tertib.

“Petugas tambahan ini membantu pengawasan kegiatan Tarawih dan tadarus hingga selesai, sekaligus mengawal pembagian makanan menjelang sahur,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara petugas pembinaan dan pengamanan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas selama Ramadan.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan Ramadan menjadi momentum pembinaan spiritual yang mampu memperkuat keimanan warga binaan sekaligus membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pidana. (bob)

Exit mobile version