Tips Menghindari Macet saat Arus Balik Mudik dari Sopir Travel Malang

Aksi Mahasiswa di Bundaran Kayutangan Diwarnai Penumpukan Kendaraan
Kemacetan di sekitar Kayutangan, lokasi aksi mahasiswa di Malang, Jumat (9/2/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Blok-a.com – Ada arus mudik tentu ada arus balik, dan kedua arus lalu lintas itu sama-sama memiliki potensi kepadatan kendaraan yang sangat tinggi. Karenanya, sudah pasti para supir memiliki rumus dan strategi tersendiri untuk menghindari kepadatan kendaraan agar perjalanan mereka lebih lancar.

Hal ini juga dimiliki Agus, seorang supir travel dengan trayek Malang-Probolinggo-Lumajang yang sudah bertahun-tahun mengaspal.

“Sudah dari jaman masih pakai colt dulu, tahun 2000an, jadi ya sudah ngelonthok (mengelupas atau hafal di luar kepala) istilahnya setiap belokan jalanan ini,” ceritanya.

Sebagai seorang dengan pengalaman lapangan yang tinggi, Agus mengatakan ada siasat tertentu agar terhindar dari kemacetan yang terjadi di saat arus balik. Ia membagikan beberapa tips.

Salah satunya dan yang terpenting adalah menyadari bahwa arus balik memiliki potensi kepadatan lebih tinggi. Ia menyarankan agar jangan sampai terlena dengan masa libur dan menyegerakan kembali ke tempat domisili setelah semua urusan selesai.

“Orang kan liburnya beda-beda. Bisa seminggu sebelum lebaran, bisa sehari sebelum lebaran. Tapi rata-rata kan baliknya barengan kan, masuknya barengan. Nah, makanya sebenarnya arus balik itu lebih padat biasanya. Kalau sudah selesai semua urusan jangan leha-leha, segera balik,” terangnya.

Yang kedua, selalu sediakan opsi jalur alternatif untuk kembali ke tempat domisili agar tidak hanya bisa pasrah saat terjebak macet.

“Kalau sudah biasa lewat sana, sini, kan jadi tahu. ‘Oh, ini bisa tembus ke sini’, untuk menghindari macet-macet rutin seperti menghindari pasar atau lampu merah dan persimpangan. Lihat Google Maps juga boleh, untuk belajar jalan-jalan tembusan di sekitar titik kemacetan,” terangnya.

Yang ketiga, perhitungkan waktu berangkat agar tidak sampai di daerah titik kemacetan bebarengan dengan jam-jam macet.

“Contohnya masuk Malang kalau bisa jangan sore hari, karena paling padat sore hari. Pagi-siang itu padat tapi tidak parah. Malam habis isya itu aman,” jelasnya.

Dan jika semua persiapan sudah mumpuni tapi kepadatan kendaraan tidak dapat dihindari, Agus berpesan agar pengendara memiliki persiapan yang mumpuni juga.

“Namanya sama-sama ingin pulang, ya diterima saja kalau kena macet. Persiapan yang penting, seperti istirahatnya cukup, ada air dan snack minimal, sama tahu tempat-tempat untuk buang hajat,” terangnya. 

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?