Malang, Blok-a.com – Kolektif seniman visual, Swarnaloka Journey akan kembali menyelenggarakan pameran mandiri mereka. Pameran seri kedua bertajuk, Void Vision #2: Among and Around itu akan berlangsung pada 24–25 September 2026 di Sasana Krida, Universitas Negeri Malang.
Pada kesempatan kali ini, Swarnaloka mempertemukan seni multidisiplin. Menggabungkan pameran instalasi, workshop new media art, pasar kreatif, teater, musik, dan pertunjukan audio-visual.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah pameran dari Story of Karana, studio video mapping asal Malang, yang menampilkan tiga karya instalasi berbasis riset tentang lesung, bertajuk “RE:ACT, RE:USE, dan RE:SONANCE”.
“RE:ACT, RE:USE, dan RE:SONANCE” merupakan hasil program Dana Indonesiana yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dan Void Vision #2 akan menjadi ajang presentasi publik pertama dari tiga karya instalasi tersebut.
“Riset Story of Karana menemukan bahwa lesung masih hidup dalam praktik budaya masyarakat Malang Selatan, khususnya dalam Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep, di mana lesung dibunyikan pada malam tirakatan sebagai penanda peralihan ke waktu sakral,” tulis keterangan resmi yang diterima redaksi Blok-a.com, Jumat (11/9/2026).

Dari temuan tersebut, tim Story of Karana membaca lesung bukan sekadar sebagai alat tumbuk, melainkan sebagai ruang tempat pertemuan menghasilkan transformasi. Prinsip itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam tiga karya yang masing-masing memiliki pendekatan berbeda-beda.
RE:ACT mempertemukan lesung dengan sistem pneumatik sehingga alu bergerak sendiri, diiringi video mapping berupa bayangan manusia yang menumbuk.
Sementara RE:USE menafsirkan ulang lesung sebagai objek yang fungsinya dapat dipindahkan, dari alat produksi pangan menjadi wadah pengalaman baru.
Sedangkan RE:SONANCE mengajak pengunjung memukul lesung secara langsung. Bunyi dan gerakan yang dihasilkan akan direspons oleh cahaya LED dalam sistem interaktif secara fisik.
“Bila lesung adalah ruang kosong, maka cahaya, bunyi, gambar, dan gerak proyeksi adalah pengisi baru yang sah,” tambah Swarnaloka Journey dalam dokumen resminya.
Selain pameran, Void Vision #2 juga akan membangun sebuah fasad khusus di main stage. Ini akan berfungsi sebagai kanvas bagi para seniman video mapping projection untuk menampilkan karya mereka secara langsung.
Rangkaian acara pada 24 September 2026 mencakup pembukaan pameran instalasi, workshop new media art, pasar kreatif, dan pertunjukan video mapping. Sementara pada 25 September 2026, acara dilanjutkan dengan pameran dan pertunjukan teater. Juga penampilan musik dari GAHBM, Grey, Rumi, dan re:NAN, serta AV performance dan video mapping projection.
Void Vision #2: Among and Around terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya masuk. (ova)




