Lapas Lowokwaru Usulkan 500 Warga Binaan Masuk dalam DPTb Pemilu 2024

Pendataan Daftar Pemilih Tambahan di Lapas Lowokwaru Malang.
Pendataan Daftar Pemilih Tambahan di Lapas Lowokwaru Malang.

Kota Malang, blok-a.com – Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 semakin dekat. Lapas Kelas I Malang kembali berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) wilayah Malang.

Lapas Kelas I Malang (Lapas Lowokwaru) melakukan pendataan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan pemenuhan hak pilih warga binaan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

Kasie Bimbingan Kemasyarakatan, Faishol, mengungkapkan bahwa sekitar 500 warga binaan telah diusulkan untuk masuk dalam DPTb.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dari Lapas dan KPU untuk meningkatkan jumlah DPTb dari warga binaan. Menurutnya, pelayanan publik dalam hal ini perlu diperjuangkan demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2024.

“Lapas dan KPU berkomitmen untuk berusaha memaksimalkan perolehan jumlah DPTb dari warga binaan. Ini merupakan pelayanan publik yang perlu diperjuangkan demi menyukseskan Pemilu 2024,” terang Faishol.

Pendataan DPTb telah dimulai sejak Kamis (1/2/2024). Mayoritas warga binaan yang dimasukkan dalam DPTb adalah tahanan dan tahanan yang baru saja terputus.

Faishol juga menjelaskan bahwa Lapas Malang melayani tiga wilayah, yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Oleh karena itu, pendataan DPTb di lapas ini penting untuk memastikan bahwa semua warga binaan yang memiliki hak pilih terdaftar dengan baik.

“Mengingat lapas Malang melayani 3 wilayah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu,” jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya KPU dan Lapas Malang untuk memastikan partisipasi yang maksimal dari seluruh elemen masyarakat, termasuk warga binaan, dalam pelaksanaan Pemilu.

“Sosialisasi dan pendataan DPTb di lapas adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa warga binaan juga dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi,” tuntasnya.

Dengan upaya ini, diharapkan dapat berjalan lancar dan berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Partisipasi warga binaan dalam Pemilu akan membuktikan bahwa hak pilih mereka diakui dan dihargai, serta menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di Indonesia benar-benar inklusif dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.(ags/lio)

Exit mobile version