Polresta Malang Kota Periksa Intensif Suster Penganiaya Anak Selebgram Emy Aghnia

Suster tersangka penganiayaan anak selebgram Malang saat dirilis di Makopolresta Malang Kota, Sabtu (30/3/2024).
Suster tersangka penganiayaan anak selebgram Malang saat dirilis di Makopolresta Malang Kota, Sabtu (30/3/2024).

Kota Malang, blok-a.com – Indah (27), suster pelaku penganiayaan anak selebgram Malang, Emy Aghnia, menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan pemeriksaan maraton terhadap pelaku dilakukan sejak Jumat (29/3/2024) hingga pagi tadi.

Setelah dilakukan proses gelar perkara, pihaknya kemudian menetapkan IPS alias Indah sebagai tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sejak kemarin (Jumat) malam hingga pagi tadi. IPS kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Budi Hermanto dalam konferensi pers di Mapolresta, Sabtu (30/3/2024).

Budi Hermanto menjelaskan, ada beberapa tindakan yang dilakukan tersangka kepada korban. Di antaranya memukul menggunakan buku, menyiram dengan minyak gosok, hingga membekap korban dengan boneka.

“Semua perbuatan tersangka terekam oleh CCTV dan sudah kita sita yang nantinya kita akan kirim ke labfor digital forensik,” jelasnya.

Tangkapan layar CCTV penganiayaan anak selebram Malang, Emy Aghnia.

Tersangka Indah dijerat pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Sebelumnya, ayah korban, Reinukky Abidharma, mengatakan sejak hampir setahun direkrut, Indah tidak menunjukkan perilaku buruk.

Namun, satu bulan terakhir, sang anak mulai terlihat ketakutan dengan Indah.

“Pernah bilang, kalau dicubit. Terus sebulan terakhir ini, tidak mau tidur sama susternya. Diduga pelaku ini sudah melakukannya beberapa kali,” sebut Nukky.

Indah menghancurkan kepercayaan Nukky dan Aghnia. Padahal sebelumnya, ia sudah bergonta-ganti suster sejak sang anak usia satu tahun.

Tercatat sekitar 30 suster pernah bekerja dengannya, dan Indah adalah yang paling lama.

“Alasannya melakukan itu, katanya kesal dengan anak saya. Tapi saya kaget kenapa sampai melakukan hal (kejam) seperti itu. Padahal dia juga punya anak usianya tidak jauh beda, sama anak saya,” ceritanya.

“Jelas kondisi anak saya trauma sekali. Bengkak di mata kanan, bekas cakaran di wajah, kaki lebam-lebam bekas cubitan, hingga telinga keluar darah. Sekarang ini saya trauma dengan suster. Lebih baik anak dirawat sendiri sama orangtua, atau saudara,” terang Nukky.(ags/lio)

Exit mobile version