Kota Malang, blok-a.com – Musim pancaroba bikin warga Kota Malang banyak terserang penyakit. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, sejak Januari sampai akhir September 2025, ada 8990 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif bilang, ISPA masih masuk daftar 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang. Gejalanya mulai dari hidung tersumbat, bersin, tenggorokan serik, sampai batuk.
“Yang namanya ISPA itu datang dengan keluhan mulai dari hidung sampai saluran pernapasan atas. Bisa serik, bersin, atau batuk, itu sudah termasuk ISPA,” kata Husnul, Sabtu (18/10/2025).
Dari data Dinkes, usia dewasa (19–59 tahun) jadi penyumbang kasus tertinggi dengan 4.598 kasus, disusul remaja (1.618 kasus), lansia (1.463 kasus), dan anak-anak usia 5–9 tahun (1.311 kasus).
Meski jumlahnya tinggi, tren ISPA di Kota Malang disebut stabil, belum ada lonjakan besar tiap bulannya.
Husnul mengimbau warga tetap pakai masker, terutama di tempat ramai atau ruang terbuka, dan menjaga pola hidup sehat seperti masa pandemi Covid-19 dulu.
“Cuaca pagi panas, sore hujan, tubuh jadi rentan. Kalau nggak ada kegiatan mendesak, sebaiknya di dalam ruangan. Gunakan masker dan biasakan cuci tangan pakai sabun,” imbau Husnul.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya asupan gizi dan istirahat cukup biar daya tahan tubuh tetap kuat.
Meski belum ditemukan kasus Covid-19 baru, Husnul mengingatkan masyarakat tetap waspada. ISPA dengan gejala berat seperti demam tinggi atau sesak napas bisa jadi tanda masuknya virus lain.
“Virus terus bermutasi. Gejala tambahan dari ISPA bisa saja jadi awal masuknya virus lain, termasuk Covid-19,” tutupnya. (bob)




