Kota Malang, blok-a.com – Jumlah kasus infeksi demam berdarah dengue (DBD) di Malang Raya meningkat drastis sejak awal tahun 2024 ini menurut catatan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Sampai dengan Maret 2024 tercatat ada 118 pasien DBD yang ditangani oleh RSSA, dengan rincian 24 pasien pada bulan Januari, 42 pasien pada bulan Februari, dan Maret 52 pasien.
Untuk menghindari peningkatan lebih lanjut hingga dikhawatirkan menjadi kasus luar biasa, pihak RSSA menghimbau masyarakat untuk memperhatikan anggota keluarga yang menunjukkan gejala awal terinfeksi DBD.
“Ada beberapa gejala. Yang pertama pasti demam tinggi mendadak terus menerus berhari-hari, biasanya tiga hari. Yang kedua pasiennya lebih lemas. Lalu yang perlu diperhatikan gejalanya adalah nyeri perut,” terang dr Irene Ratridewi, Konsultan Penyakit Tropis dan Infeksi Anak RSSA pada Rabu (3/4/2024).
Nyeri perut yang dimaksud oleh dr Irene terutama di daerah ulu hati sampai di kanan atas. Ia menerangkan gejala ini lekat dengan tanda-tanda pembuluh darah bocor dalam kasus DBD.
“Yang ketiga adalah mual dan muntah terus menerus yang semakin parah dari hari ke hari. Nafsu makan dan minum semakin menurun, lalu pasien akan gelisah atau tidur terus. Tanda berikutnya produksi urin menurun dan timbul keringat dingin. Itu pertanda awal yang harus diwaspadai,” tambahnya.
Jika sudah sampai gejala ini, menurut dr Irene biasanya pasien akan mengalami percepatan denyut nadi dan tekanan darahnya tidak bisa terukur.
“Kalau sudah sampai seperti itu, serratus persen kami masukkan high care unit,” ujar dr Irene.
Oleh karena itu, dalam kesempatan yang sama, dr Kurniawan Taufik Kadafi sebagai Konsultan Rawat Infant dan Anak berpesan agar anggota keluarga lainnya selalu waspada jika beberapa gejala di atas dialami oleh anggota keluarga lainnya.
“Jangan sampai dibawa ke rumah sakit setelah keadaan kaki dan tangan dingin. Karena kondisi kaki dan tangan sudah dingin itu berarti namanya sudah kondisi shock,” jelas dr Kurniawan.
Dalam kondisi shock tersebut, pembuluh darah sudah banyak yang bocor, dan menyebabkan berbagai komplikasi dan kerusakan organ. (art/bob)




