Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat tren penurunan angka prevalensi stunting yang menunjukkan capaian positif. Berdasarkan hasil bulan timbang balita terbaru, angka stunting di Kota Malang kini berada di kisaran 8,1 persen.
Capaian tersebut diperoleh dari pemantauan terhadap sekitar 38 ribu balita yang dilakukan secara rutin melalui Posyandu di seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan, pengukuran dan penimbangan balita dilakukan setiap bulan, kemudian dilaporkan melalui sistem elektronik.
“Hasil pengukuran itu dilaporkan melalui aplikasi e-PPGBM, Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. Jadi masing-masing Posyandu setelah melakukan pengukuran dan penimbangan melaporkan ke Dinas Kesehatan, lalu diteruskan ke pusat,” ujarnya.
Pemkot Malang terus mengoptimalkan berbagai intervensi untuk menekan angka stunting, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Husnul, program MBG dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan, khususnya bagi anak usia prioritas di bawah dua tahun.
“Stunting itu prioritas yang kita ukur usia dua tahun ke bawah. Kalau dilakukan intervensi spesifik maupun sensitif, ditambah MBG, tentu pengaruhnya akan besar sekali,” katanya.
Meski demikian, Dinkes belum memisahkan secara spesifik kontribusi program MBG terhadap penurunan stunting. Hal ini karena penanganan dilakukan secara terpadu melalui berbagai program, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) stunting di Puskesmas.
“Semua ini merupakan intervensi untuk meminimalkan atau mengurangi stunting yang ada di Kota Malang,” imbuhnya.
Ke depan, Dinkes menargetkan seluruh Posyandu dapat melakukan pengukuran secara lengkap dan valid agar data yang dihasilkan semakin akurat.
“Target kita setiap kali penimbangan dan pengukuran, masing-masing Posyandu bisa melakukan sasaran lengkap dan valid ukurannya sehingga hasilnya bisa terlihat,” jelasnya.
Sementara itu, untuk sebaran kasus stunting di lima kecamatan di Kota Malang, Husnul menyebut kondisinya masih relatif merata.
“Pemantauan saat ini dilakukan melalui 644 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang,” pungkasnya.




