Kota Malang, blok-a.com – Unit Reskrim Polsek Sukun, Polresta Malang Kota, mengamankan tiga orang terduga pelaku pengeroyokan seorang pemuda di kawasan Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Korban berinisial REW (20), warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi terluka di pinggir jalan depan Toko Karunia Baru pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Kapolsek Sukun AKP Alamsyah Nugraha melalui Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kepolisian langsung bergerak cepat usai mendapatkan laporan dari masyarakat.
“Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans relawan untuk mendapatkan perawatan medis di RSSA Kota Malang,” ujar Lukman, Sabtu (3/10/2026).
REW kemudian mendapatkan penanganan di ruang IGD RSSA Kota Malang. Kondisinya dilaporkan stabil.
Setelah mengevakuasi korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan warga di sekitar lokasi.
Dari penyelidikan awal, polisi menduga REW menjadi sasaran pengeroyokan yang dilakukan beberapa orang.
Sekitar pukul 05.30 WIB, atau lima jam setelah korban ditemukan, Unit Reskrim Polsek Sukun mengamankan dua orang terduga pelaku di lokasi berbeda. Keduanya berinisial MR (18) alias Bendot dan AS (25), yang sama-sama merupakan warga Kelurahan Bakalankrajan.
Polisi sebelumnya juga menetapkan NR (25) dalam daftar pencarian orang (DPO). NR kemudian berhasil diamankan dan saat ini bersama dua terduga pelaku lainnya telah dibawa ke Mapolsek Sukun.
“Ketiga pelaku kini sudah berhasil diamankan di Mapolsek Sukun. Pengeroyokan diduga bermula ketika korban mengucapkan kata-kata kasar yang terdengar oleh mereka. Setelah itu terjadi pengeroyokan yang dilakukan bersama pelaku lainnya,” jelas Lukman.
Polisi kemudian menerbitkan laporan polisi dan surat pengantar visum et repertum. Pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi juga dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan.
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pengeroyokan.
Lukman menegaskan, penanganan cepat dilakukan agar korban segera mendapatkan pertolongan sekaligus untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
“Penanganan perkara ini masih terus dilakukan dan penyidik masih mendalami rangkaian kejadian serta melakukan pencarian terhadap pelaku lain yang belum diamankan,” pungkasnya. (yog)




