Jangan Cuma Lihat Ukuran, Ini 5 Tips Pilih Hewan Kurban dari Ahlinya

Hewan kurban di Kabupaten Malang jelang Hari Raya Idul Adha 2024 (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Hewan kurban di Kabupaten Malang jelang Hari Raya Idul Adha 2024 (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Malang, Blok-a.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat mulai sibuk mencari hewan kurban. Tanpa ditemani oleh ahli yang berpengalaman, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Tidak cepat tergiur oleh ukuran tubuh yang besar atau patokan harga yang mahal.

Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., menegaskan bahwa ukuran tubuh bukanlah satu-satunya penentu. Kondisi kesehatan hewan justru menjadi faktor paling krusial agar ibadah kurban sah secara syariat serta dagingnya aman untuk dikonsumsi.

Tips Memilih Hewan Kurban

Agar tidak salah pilih, berikut adalah lima tips mendeteksi kesehatan hewan kurban melalui pengamatan fisik sederhana, langsung dari ahlinya.

1. Amati Postur dan Cara Berdiri Hewan

Langkah awal yang paling mudah dilakukan adalah dengan melihat postur tubuh hewan kurban secara menyeluruh dari berbagai sudut posisi.

Prof. Lili menyarankan pembeli untuk jeli melihat cara berdiri ternak tersebut.

“Pertama kita lihat dulu (hewan) ternaknya dari depan, samping, dan belakang. Pastikan hewan bisa berdiri tegak dan tidak pincang,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UMM pada Sabtu (16/5/2026).

Seperti diketahui, menurut syariat, hewan yang mengalami cacat fisik tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban. Cacat fisik yang dimaksud, seperti pincang, kurus, atau ada bagian tubuhnya yang terpotong.

2. Cek Kejernihan Mata dan Kemulusan Kulit

Kondisi mata dan kulit juga merupakan indikator yang akurat untuk mengecek kesehatan hewan, terutama untuk mendeteksi penyakit luar. Dalam syariat juga dikatakan bahwa hewan yang buta sebelah atau buta total, apalagi yang berpenyakit menular, dilarang untuk dikorbankan.

Menurut Prof. Lili, gangguan penglihatan pada hewan sering kali ditandai dengan selaput putih atau mata yang keruh. Sementara pada  bagian kulit, juga wajib diperiksa dari infeksi parasit seperti kudis.

“Kalau untuk kurban, pilih yang kulitnya mulus dan tidak kudisan karena kita ingin mengurbankan hewan yang terbaik,” jelasnya.

3. Waspadai Tanda-Tanda PMK dan Antraks

Penyakit menular akut seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks harus diwaspadai karena sangat berdampak pada kelayakan daging kurban.

Gejala PMK pada hewan ditandai dengan lendir berlebih di mulut, luka pada gusi/lidah, serta radang di sela kuku. Sementara untuk antraks, gejala umumnya berupa kejang-kejang yang kadang disertai pendarahan dari hidung atau anus (rektum).

“Kalau ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipilih untuk kurban,” tegasnya.

4. Perhatikan Nafsu Makan dan Ketentuan Usia

Hewan yang sehat akan makan dengan aktif dan rajin bergerak dengan bugar. Dan agar memperoleh kuantitas daging yang maksimal, pembeli disarankan memilih hewan yang berbadan gemuk.

Di samping kondisi fisiknya, faktor umur juga tidak boleh luput dari perhatian. Usia hewan juga harus dipastikan sudah memenuhi ketentuan syariat, minimal berusia dua tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing atau domba.

5. Istirahatkan Hewan Sebelum Disembelih

Faktor krusial yang kerap diabaikan oleh panitia kurban adalah manajemen stres pada hewan ternak. Ini kerap terjadi setelah proses pengiriman atau transportasi jarak jauh.

Hewan yang kelelahan tidak boleh langsung disembelih karena bisa menurunkan mutu daging akibat sindrom Dark, Firm, Dry (DFD) yang membuat daging menjadi gelap, keras, dan kering.

Di akhir penjelasannya, Prof. Lili berharap panduan fisik ini dapat membantu masyarakat agar bertindak lebih teliti. Pasalnya, selain ritual rutin tahunan, ibadah kurban juga mengajarkan kepedulian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi bersama. (ova)

Exit mobile version