Kota Malang, blok-a.com – Fenomena angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Malang Raya. Kondisi ini diprediksi masih terjadi hingga Senin (14/9/2026).
Di Kota Malang, angin kencang telah berlangsung sejak Sabtu (12/9/2026). Kondisi tersebut turut menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, salah satunya hingga menimpa dua mobil di area parkir UB Sport Centre, Jalan Terusan Cibogo, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan fenomena angin kencang tersebut terjadi saat wilayah Jawa Timur berada pada puncak musim kemarau.
“Untuk Sabtu kemarin, kecepatan angin terpantau maksmum hingga mencapai 48 kilometer per jam atau jauh meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Secara umum, rata-rata kecepatan angin berada di kisaran antara 10 hingga 20 kilometer per jam,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, peningkatan kecepatan angin dipengaruhi oleh besarnya perbedaan tekanan udara antara wilayah Australia bagian timur dan kawasan dekat ekuator. Kondisi tersebut mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju Pulau Jawa, khususnya wilayah Jawa Timur.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang. Nelayan juga diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi yang dapat dipicu oleh kondisi tersebut.
“Kami juga mengimbau kepada para nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi karena dipicu angin kencang. Kami berharap kepada masyarakat, dapat terus memantau kondisi cuaca terkini lewat media sosial atau situs resmi BMKG,” terangnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Malang Heru Mulyono menyebut sedikitnya ada empat titik pohon tumbang yang tersebar di sejumlah lokasi.
Salah satu kejadian terjadi di area parkir UB Sport Centre pada Sabtu sore. Dua mobil tertimpa pohon yang tumbang akibat kondisi angin kencang tersebut.
Mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi N 1699 GU mengalami kerusakan pada bagian atap dan kaca belakang. Sementara Nissan March N 1967 CO mengalami kerusakan pada kap dan kaca bagian depan.
Pohon yang tumbang terdiri dari jenis sawit dengan panjang sekitar 7 meter dan diameter 60 sentimeter serta pohon mahoni sepanjang sekitar 4 meter dengan diameter 10 sentimeter.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemilik kendaraan telah mengurus klaim asuransi kepada pihak Universitas Brawijaya, sedangkan nilai kerugian masih dikalkulasi,” ungkapnya.
Mengantisipasi dampak angin kencang, BPBD Kota Malang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang hingga sore hari.
Masyarakat diminta menghindari memarkir kendaraan di bawah pohon serta berada di dekat baliho atau bangunan yang rapuh.
“Kami juga mengimbau, khususnya kepada pengendara sepeda motor serta pengguna jalan tol ekstra hati-hati terhadap dorongan angin dari samping. Kami iuga mengimbau kepada masyarakat, untuk menghindari aktivitas bakar-bakar sampah karena dapat memicu kebakaran yang makin meluas karena tiupan angin kencang,” pungkasnya. (bob)




