Beroperasi Oktober 2026, Bus Trans Jatim Koridor Kanjuruhan Tampil dengan Identitas Khas Kabupaten Malang

Bus TransJatim Koridor 1 saat beroperasi di wilayah Malang Raya (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Bus TransJatim Koridor 1 saat beroperasi di wilayah Malang Raya (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Bus Trans Jatim Koridor II atau Koridor Kanjuruhan akan tampil dengan identitas khas Kabupaten Malang. Armada yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 itu mengusung desain livery bertema Manunggal Jati Kanjuruhan, sebagai upaya memperkenalkan sejarah, budaya, dan kekayaan alam Kabupaten Malang kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Eko Margianto, mengatakan konsep visual tersebut telah mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Meski tetap menggunakan warna dasar biru dengan sentuhan kuning keemasan seperti armada Trans Jatim lainnya, bagian bodi bus dihiasi ornamen yang merepresentasikan identitas Kabupaten Malang.

“Kami mengusung tema Manunggal Jati Kanjuruhan. Kerajaan Kanjuruhan sebagai kerajaan tertua di Jawa Timur menjadi jiwa utama yang menyatukan berbagai elemen lokal dalam satu harmoni visual,” ujarnya.

Empat ikon daerah menjadi elemen utama dalam desain tersebut. Di antaranya Candi Badut sebagai peninggalan Kerajaan Kanjuruhan, ornamen Garudeya yang terinspirasi dari relief Candi Kidal, Tari Beskalan sebagai tari penyambutan khas Malang, serta siluet lima gunung yang menggambarkan bentang alam sekaligus nilai spiritual masyarakat Kabupaten Malang.

Eko mengungkapkan keseluruhan desain itu merupakan representasi perpaduan sejarah, budaya, dan keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Malang.

“Secara keseluruhan, desain ini merupakan perpaduan antara warisan sejarah Kerajaan Kanjuruhan, kekayaan budaya Malangan, serta keindahan alam Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran livery bertema lokal tersebut membuat Trans Jatim Koridor Kanjuruhan tidak sekadar menjadi moda transportasi massal, tetapi juga menjadi etalase yang memperkenalkan identitas Kabupaten Malang kepada masyarakat, termasuk pengguna dari luar daerah.

Sebanyak 15 armada disiapkan untuk melayani koridor tersebut, terdiri dari 14 bus operasional dan satu bus cadangan. Seluruh armada akan melayani rute Terminal Hamid Rusdi – Bululawang – Gondanglegi – Terminal Talangagung.

Sementara itu, persiapan operasional masih terus dilakukan. Dishub Kabupaten Malang bersama Dishub Jawa Timur telah menyurvei sejumlah titik pemberhentian di sepanjang jalur layanan. Penentuan lokasi halte akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, potensi penumpang, serta masukan dari berbagai pihak.

Pemerintah menargetkan seluruh persiapan, termasuk penetapan halte, dapat diselesaikan sebelum Bus Trans Jatim Koridor Kanjuruhan resmi beroperasi pada Oktober 2026. (yog)

Exit mobile version