Bukan Hanya Ruang Terbuka, Alun-Alun Kepanjen Disiapkan Jadi Ikon Kabupaten Malang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar menyampaikan wajah ibu kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, melainkan juga menyangkut identitas dan arah pembangunan daerah di masa depan. (Prokopim)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar menyampaikan wajah ibu kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, melainkan juga menyangkut identitas dan arah pembangunan daerah di masa depan. (Prokopim)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar menyampaikan wajah ibu kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, melainkan juga menyangkut identitas dan arah pembangunan daerah di masa depan. Penyampaian tersebut disampaikan dia saat menghadiri kegiatan Teatrikal Panji dan Sarasehan Publik bertajuk “Membaca Wajah Ibu Kota Kabupaten Malang” yang digelar di Pendopo Panji Kabupaten Malang, Kepanjen, Jumat (26/6/2026) lalu.

Sarasehan itu menjadi ruang dialog untuk menghimpun berbagai gagasan mengenai arah pengembangan kawasan Alun-Alun Kepanjen sebagai wajah ibu kota Kabupaten Malang.

“Membaca wajah ibu kota bukan sekadar memandang bangunan, jalan, taman, atau ruang publik yang berdiri di atas tanah Kepanjen. Lebih dari itu, membaca wajah ibu kota berarti memahami identitas, karakter, cita-cita, dan arah masa depan Kabupaten Malang,” ujar Budiar.

Ia menambahkan, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Malang, Kepanjen terus berkembang menjadi pusat pelayanan publik, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat. Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur.

“Tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang hidup yang nyaman serta menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat,” tambahnya.

Budiar mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan publik tersebut karena dinilai menjadi wadah yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan pembangunan.

“Forum seperti ini menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan, bertukarnya perspektif, serta tersampaikannya aspirasi masyarakat. Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kepanjen ke depan,” bebernya.

Ia mengungkapkan, pemanfaatan ruang publik, termasuk rencana pengembangan Alun-Alun Kepanjen, harus dipandang secara menyeluruh. Menurutnya, alun-alun tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi simbol identitas kota, ruang interaksi sosial, ruang budaya, sarana edukasi, hingga penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mengedepankan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kepentingan publik.

“Setiap langkah pembangunan harus mempertimbangkan tata ruang, lingkungan hidup, aksesibilitas, pelestarian budaya, hingga kepentingan generasi mendatang,” jelasnga.

Budiar juga menekankan pembangunan daerah akan berjalan optimal apabila dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap sarasehan tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

“Daerah yang baik bukanlah daerah yang dibangun hanya oleh pemerintah, tetapi dibangun bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version