Dewan Pendidikan Sebut Mental Siswa SMPN 18 Malang Lainnya Mulai Terdampak Pasca Insiden

Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Muchammad Fahazza usai koordinasi dengan komite SMPN 18 Malang pasca insiden, Senin (28/9/2026) (blok-a.com/Bob Bimantara Leander)
Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Muchammad Fahazza usai koordinasi dengan komite SMPN 18 Malang pasca insiden, Senin (28/9/2026) (blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Insiden dugaan kekerasan terhadap siswa SMPN 18 Malang disebut mulai berdampak pada kondisi mental siswa lainnya. Dewan Pendidikan Kota Malang kini mendorong pemulihan bagi siswa yang terdampak, termasuk mereka yang tidak menjadi korban langsung dalam perkara tersebut.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Muchammad Fahazza, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan komite sekolah di SMPN 18 Malang, Senin (28/9/2026). Pertemuan tertutup tersebut membahas kondisi sekolah dan langkah pemulihan setelah insiden dugaan kekerasan.

Fahazza mengatakan dampak kejadian tidak hanya perlu dilihat dari sisi siswa yang menjadi korban dalam perkara hukum. Kondisi mental siswa lain yang menyaksikan atau mengetahui kejadian juga perlu diperhatikan.

“Kalau pendampingan psikolog itu kita semua. Kalau korban ya mungkin yang kejadian secara hukum itu ya,” kata Fahazza.

Menurutnya, Dewan Pendidikan belum dapat memastikan berapa siswa yang mengalami dampak psikologis. Identifikasi akan dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui siswa yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Jadi kita hari ini belum bisa memilah atau men-generalisir berapa anak yang jadi korban dan sebagainya, belum bisa,” ujarnya.

Fahazza menyebut salah satu dampak yang telah didengar Dewan Pendidikan terjadi saat siswa SMPN 18 Malang mengikuti perlombaan setelah insiden tersebut.

Menurut informasi yang diterimanya, terdapat peserta dari SMPN 18 Malang yang disebut terdampak secara mental sehingga tidak dapat mengikuti perlombaan dengan persiapan maksimal.

“Peserta dari sini juga ada yang terdampak, akhirnya dia lombanya tidak siap, turun mental. Nah, ini yang begini-begini yang perlu kita bangun,” jelasnya.

Dewan Pendidikan bersama komite sekolah selanjutnya akan mengidentifikasi kondisi siswa. Jika ditemukan siswa yang mengalami dampak psikologis secara khusus, pendampingan akan diberikan sesuai kebutuhannya.

“Dari psikolog ini nanti akan kita pilah-pilah, ada enggak yang memang terdampak khusus atau mungkin dampak lain. Enggak apa-apa kita dampingi kasus-kasus yang lain,” katanya.

Selain kondisi siswa, Fahazza mengatakan Dewan Pendidikan juga ingin membantu mengembalikan nama baik SMPN 18 Malang agar berbagai prestasi sekolah tidak ikut terdampak akibat insiden tersebut.

“Tugas utama sekolah dan kepala sekolah maupun komite ini mengembalikan nama baik SMP 18 ini supaya prestasi-prestasi yang sudah baik ini tidak hilang hanya karena peristiwa semacam ini,” ujarnya.

Dewan Pendidikan Kota Malang akan melanjutkan koordinasi dengan komite sekolah untuk menentukan bentuk pendampingan yang dibutuhkan siswa setelah insiden dugaan kekerasan tersebut.

Exit mobile version