Kota Malang, blok-a.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan libur panjang Lebaran, volume sampah rumah tangga di Kota Malang dipastikan mengalami peningkatan signifikan.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, yang turun langsung meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang, Selasa (17/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Gamaliel melihat langsung kondisi timbunan sampah yang terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.
“Menjelang Lebaran seperti sekarang, volume sampah rumah tangga pasti naik, terutama dari sisa makanan, kemasan, dan aktivitas konsumsi masyarakat. Ini harus kita antisipasi dengan serius,” ujarnya.
Berdasarkan data DLH, lonjakan volume sampah saat Lebaran bisa meningkat cukup tinggi dibanding hari biasa. Jika tidak diimbangi pengelolaan yang optimal, kondisi ini berpotensi mempercepat overkapasitas TPA Supiturang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLH Kota Malang telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya menambah ritasi pengangkutan sampah serta memperkuat pengelolaan di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Kami minta seluruh jajaran siaga. Ritasi pengangkutan akan ditingkatkan, dan pengawasan juga diperketat agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik kota,” tegasnya.
Selama masa libur Lebaran, petugas kebersihan tetap disiagakan dengan sistem bergantian agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Petugas penyapu jalan dan pengangkut sampah dari TPS tetap kami siagakan selama Lebaran. Sistemnya bergantian libur,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menekan lonjakan sampah dari sumbernya, seperti dengan memilah sampah rumah tangga dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kalau tidak ada kesadaran dari hulu, maka beban di hilir akan semakin berat,” katanya.
TPA Supiturang sendiri masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan hingga potensi dampak lingkungan. Karena itu, DLH terus mendorong penguatan program pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).
Dengan langkah tersebut, diharapkan lonjakan sampah saat Lebaran dapat tertangani tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Ini bukan hanya soal kebersihan kota, tapi juga kenyamanan dan kesehatan warga saat merayakan Idulfitri,” pungkasnya. (bob)




