DLH Kota Malang Lirik Teknologi Autothermix, Sampah Bisa Diolah Jadi Batako dan Keramik

Pengangkutan sampah di TPA Supit Urang. (blok-a.com/bob)
Pengangkutan sampah di TPA Supit Urang. (blok-a.com/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan persiapan implementasi Local Service Delivery Project (LSDP) yang dijadwalkan mulai berjalan tahun depan. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah sibuk menginventarisasi komponen pendukung, termasuk membandingkan teknologi pengolahan sampah yang akan digunakan.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengungkapkan bahwa pihaknya kini melirik teknologi autothermix sebagai alternatif baru. Teknologi ini bekerja menggunakan uap panas untuk mengolah sampah. Keunggulan lainnya, sisa pembakaran sampah berupa abu bisa diolah kembali menjadi bahan baku pembuatan batako hingga keramik.

“Kemarin (7/7), kami mendapat tawaran dari salah satu perusahaan terkait autothermix,” ujar Raymond.

Menurut Raymond, kapasitas operasional autothermix berkisar antara 1 hingga 50 ton per hari. Meski menarik, DLH masih harus mempertimbangkan sisi anggaran, mengingat harga satu unit alat autothermix mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 13 miliar.

Sebagai informasi, total anggaran LSDP di Kota Malang mencapai Rp 200 miliar, dengan kucuran dana tahap pertama sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar. Skema pembayarannya menggunakan sistem reimburse, di mana Pemkot harus mengalokasikan dana terlebih dahulu sebelum diganti oleh pemerintah pusat.

“Nantinya tawaran menggunakan autothermix ini juga akan kami usulkan ke pemerintah pusat sebagai salah satu komponen dalam LSDP,” terang Raymond. Ia menambahkan, rencana ini masih perlu dimatangkan melalui kajian mendalam serta konsultasi dengan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Jika terealisasi, teknologi ini direncanakan ditempatkan di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar sampah dapat langsung habis terkelola di sumbernya. Langkah ini krusial mengingat saat ini terdapat sisa sampah sebanyak empat juta meter kubik di TPA Supit Urang yang menanti untuk dikelola.

Di sisi lain, DLH juga terus menyempurnakan teknologi pirolisis faspol yang sudah ada di TPA Supit Urang dan TPS Buring. Teknologi ini mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair setara solar. Saat ini, alat tersebut mampu memproduksi 120 hingga 130 liter bahan bakar per operasional, yang sementara ini digunakan untuk armada operasional DLH. (bob)

Exit mobile version