Kota Malang, blok-a.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar retreat bagi seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta mendapat respons dari DPRD Kota Malang.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menilai rencana retreat yang disiapkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tersebut dapat menjadi langkah positif apabila mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dan kualitas pendidikan di Kota Malang.
Menurutnya, retreat juga dapat menjadi momentum bagi kepala sekolah untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Saya pikir itu hal yang bagus ya. Dan hal tersebut juga sebagai refreshing karena mengingat mungkin banyak hal yang perlu dievaluasi agar hasilnya juga bisa memberikan kesan positif terkait dengan pendidikan yang ada di Kota Malang,” ujar Trio.
Rencana retreat tersebut mencuat setelah adanya dugaan kekerasan terhadap siswa di SMPN 18 Malang yang melibatkan mantan kepala sekolah. Kasus tersebut sempat viral dan sejumlah siswa telah melaporkan dugaan kekerasan itu ke Polresta Malang Kota.
Trio menilai persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan kepala sekolah maupun tenaga pendidik di Kota Malang.
Karena itu, ia berharap retreat tidak hanya menjadi kegiatan penyegaran bagi kepala sekolah. Menurutnya, harus ada pembekalan yang dapat memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin sekaligus pendidik di lingkungan sekolah.
Trio juga menilai pembekalan serupa perlu diberikan kepada para guru. Sebab, guru merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
“Selain itu guru-guru pun perlu dikasih pembekalan karena mereka lah yang bersentuhan langsung apalagi menghadapi generasi Gen Z sama Gen Alpha ini kan sudah harus berbeda pendekatannya dengan mungkin jadi tidak bisa memakai pendekatan seperti dulu,” lanjutnya.
Menurut Trio, pola pendekatan terhadap siswa saat ini tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan masa lalu. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah dapat tersebar luas dalam waktu singkat.
Karena itu, para pendidik diminta lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan siswa. Termasuk menghindari pendekatan yang melibatkan sentuhan fisik dalam proses pendidikan.
“Sekarang ini kan adanya sosial media itu akan cepat viral, ya jadi harus lebih hati-hati agar mereka pun bisa memahami termasuk menghindari sentuhan-sentuhan fisik dalam melakukan proses pendidikan,” tegas politisi PKS tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan retreat kepala sekolah disiapkan sebagai bagian dari evaluasi dan introspeksi terhadap berbagai kejadian di lingkungan pendidikan Kota Malang.
Wahyu menyebut seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Malang akan menjadi peserta. Pelaksanaan ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 dan tidak boleh mengganggu proses pembelajaran di sekolah.
“Sudah kita susun. Nanti kita tinggal tentukan waktunya. Kita ingin ada evaluasi, introspeksi kejadian-kejadian kemarin, agar menjadi pembelajaran dan tentunya nanti yang terbaik ke depan,” ujar Wahyu, Senin (5/10/2026).
Pemkot Malang juga menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menyebut retreat ditargetkan digelar paling lambat November 2026.
Konsep kegiatan dirancang tanpa menginap dengan perpaduan materi di dalam kelas dan pembinaan bernuansa militer. Peserta diperkirakan mencapai sekitar 345 kepala sekolah, terdiri dari sekitar 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta.
Trio berharap rangkaian kegiatan tersebut nantinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pembekalan yang diberikan diharapkan dapat menghasilkan evaluasi dan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mendukung perkembangan siswa di Kota Malang. (bob)




