Kota Malang, blok-a.com – Pengerjaan Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang terus dikebut.
Kekinian pengerjaannya masih berada di sekitar 38 persen. Dari pantauan blok-a.com pada Kamis (11/6/2026) terlihat sebagian pondasi sudah terpasang. Kerangka jembatan pun sudah terpasang melintasi sungai.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto menjelaskan, progress pengerjaan Jembatan Sonokembang memang 38 persen lebih.
“Itu 38 persen minggu lalu. Tapi kalau minggu ini saya belum lihat karena ke luar kota saya seminggu ini soalnya,” jelasnya.
Pengerjaan saat ini yang dilakukan ialah penyelesaian pondasi jembatan, pemasangan box culvert atau gorong-gorong kotak.
“Sementara itu ya dan itu masih on schedule,” tuturnya.
Selama pengerjaan, kendaraan masih bisa mengakses Jembatan Sonokembang itu dengan jembatan bailey. Sejak dilakukan pembangunan 26 Januari 2026 lalu, kendaraan secara bergantian baik dari yang arah selatan ataupun utara. Termasuk pada hari ini, kendaraan masih secara bergantian melewati jembatan darurat itu.
Sementara itu, Dandung optimis meskipun masih berprogress 38 persen pengerjaan bakal rampung pada bulan depan.
Sebab menurutnya, pengerjaan selain dilakukan di lokasi, juga dilakukan di pabrik. Yang dikerjakan di pabrik saat ini ialah girder atau gelagar jembatan. Girder itu setelah selesai langsung dikirim dan tinggal dipasang.
“Nanti ada pekerjaan yang mempercepat nanti. Jadi gini loh, pekerjaaan itu ada yang dilakukan di situ ada juga yang di pabrik. Yang di pabrik itu kayak girder-nya. Nanti begitubselesai tinggal ngirim tinggal pasang gitu,” tuturnya.
Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang sendiri mengalami kerusakan pada 10 Oktober 2025 lalu. Penyebabnya ialah pondasi yang tergerus arus sungai saat hujan lebat di Malang.
Untuk itu, Pemkot Malang menganggarkan sekitar Rp 5,2 miliar untuk pembangunan jembatan yang rusak itu.
Pembangunan itu mencakup pelebaran jembatan menjadi sekitar 9 meter, penambahan panjang menjadi sekitar 20 meter, serta peninggian struktur sekitar satu meter untuk menyesuaikan elevasi jalan agar lebih landai dan menjaga kelancaran aliran sungai. Selain itu, jembatan akan dilengkapi dengan trotoar di sisi kanan dan kiri. (bob)




