FGD Lintas Elemen Kota Malang Bahas Polarisasi Digital hingga Persoalan Sosial

FGD Lintas Elemen Kota Malang Bahas Polarisasi Digital hingga Persoalan Sosial
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi saat dalam acara FGD (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Forum Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Ruang Digital” digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat Kota Malang. Kegiatan yang digelar di Cafe Jeep pada Selasa (11/8/2026) ini dihadiri oleh Kapolresta Malang, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi hingga Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Danang mengatakan, FGD tersebut menjadi ruang untuk menyamakan visi sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkembang di Kota Malang.

Ia menambahkan, Kota Malang memiliki karakter masyarakat yang heterogen. Selain warga lokal, kota pendidikan tersebut juga dihuni masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda.

“Ini kebetulan di bulan Agustus, hari kemerdekaan, berbicara tadi Kota Malang ini kan sangat heterogen. Kelompok masyarakat, kemudian sumber warganya juga sangat heterogen. Nah, kita samakan visi, kita bahas apa permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Malang ini untuk mewujudkan Malang yang semakin baik ke depannya,” kata Danang.

Danang menilai keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan keberagaman di Kota Malang dapat menjadi kekuatan apabila memiliki tujuan yang sama.

“Ini menunjukkan bahwa pluralisme maupun keberagaman di Kota Malang ini dengan semangat yang hadir, dengan berbagai macam perbedaan tadi, itu bisa disatukan,” ujarnya.

Danang menjelaskan, keberagaman juga membawa tantangan tersendiri karena Kota Malang menjadi salah satu kota pendidikan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Masyarakat yang datang dan pergi membawa latar belakang serta persoalan yang beragam.

Karena itu, ia mendorong penguatan kontrol sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi menjadi korban kejahatan maupun pelaku apabila tidak ada kepedulian dan pengawasan bersama.

“Imbauan kami adalah kontrol sosial dari seluruh warga Kota Malang untuk bersama-sama tadi bisa mereduksi,” jelasnya.

Dalam FGD, sejumlah persoalan juga menjadi pembahasan, mulai dari kekerasan, kemerosotan moral hingga kepedulian terhadap lingkungan. Danang mengungkapkan, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya sebagai pejabat baru di Polresta Malang Kota.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini juga akan terus kami lakukan melalui Pos Kamling, kita sambang Pos Kamling bersama dengan Forkopimda. Pun nanti kami secara internal juga jalan terus, untuk tadi, menampung persoalan apa sih, agar segera nanti bisa terselesaikan,” katanya.

Di tempat yang sama, Wahyu menyambut positif berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut. Ia menambahkan, seluruh masukan akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi Pemkot Malang.

“Semua masukan insya Allah kita akan tindak lanjuti. Karena ini masukannya baik, makanya FGD ini juga satu media yang baik,” ujar Wahyu.

Ia mengungkapkan, FGD tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pemkot Malang untuk kembali bertemu langsung dengan berbagai komunitas yang selama ini lebih banyak berkomunikasi melalui media sosial maupun aplikasi pesan.

Ia menyebut forum tersebut sebagai ruang untuk memperjelas persoalan yang sebelumnya belum diketahui pemerintah.

“Beberapa hal ini kan akhirnya menjadi nyambung. Ada permasalahan yang mungkin tidak diketahui, akhirnya menjadi jelas dan permasalahannya juga ada dan insya Allah akan ada solusi,” jelasnya.

Wahyu menegaskan, persoalan yang disampaikan dalam FGD dinilai penting sehingga seluruhnya akan dipetakan untuk ditindaklanjuti.

Salah satu contoh yang dibahas berkaitan dengan penerangan jalan yang tertutup pepohonan. Pemkot Malang telah menangani sejumlah titik yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

“Yang viral kemarin itu kan sampai ada ketutup pohon, pohon lampunya terus ada yang meninggal, kita selesaikan. Empat jam itu sudah selesai,” ungkap Wahyu.

Namun, ia mengakui penanganan seluruh laporan membutuhkan waktu karena jumlah pengaduan cukup banyak, sementara armada dan tenaga yang tersedia terbatas. Karena itu, Pemkot Malang akan melakukan penanganan secara bertahap berdasarkan pengelolaan dan pemetaan laporan yang masuk
.
“Insya Allah semua bertahap, hanya karena yang mengajukan kan banyak. Nah, nanti kita akan kelola,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version