Kota Malang, blok-a.com – Belasan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di wilayah Kecamatan Kedungkandang menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi terkait infrastruktur ke Rumah Aspirasi DPD Partai Golkar Kota Malang, Minggu (9/11/2025).
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Pranaya Yudha Mahardika, mengatakan Rumah Aspirasi hadir untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan wakilnya di parlemen. Melalui wadah ini, warga bisa menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungannya.
“Rumah Aspirasi ini kami hadirkan agar Golkar bisa lebih dekat dengan masyarakat. Tujuannya supaya warga tidak merasa jauh dengan wakilnya dan bisa menyampaikan keluh kesah secara langsung,” ujar Pranaya.
Menurutnya, tidak semua partai politik memiliki ruang dialog terbuka seperti ini. Karena itu, Golkar berkomitmen menjadikan Rumah Aspirasi sebagai sarana pelayanan yang solutif bagi warga.
“Semua aspirasi kami terima dan dengarkan. Nantinya kami pilah berdasarkan kewenangannya—apakah masuk ranah pemerintah kota, provinsi, atau pusat—untuk kemudian ditindaklanjuti secara bertahap,” jelasnya.
Dari hasil pertemuan itu, Golkar menerima 15 titik aduan terkait masalah infrastruktur di wilayah Kedungkandang. Pranaya menyebut laporan yang menjadi kewenangan pemerintah kota akan segera dikumpulkan datanya untuk diproses lebih lanjut.
“Kalau kewenangannya di pemerintah pusat, tentu butuh survei lebih dalam. Pengurus Golkar di tingkat kecamatan dan kelurahan juga kami minta aktif mendampingi warga untuk memperkuat data lapangan,” bebernya.
Lebih jauh, Pranaya menegaskan Rumah Aspirasi tidak hanya berfungsi sebagai pusat aduan, tetapi juga ruang komunikasi sosial antara warga dan lembaga politik. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kota Malang, Suryadi, yang juga berasal dari Dapil Kedungkandang.
Sementara itu, perwakilan LPMK Kelurahan Cemorokandang, Wahyudi, menyampaikan aspirasi terkait kondisi Jembatan Glendang Pakem yang rusak parah dan membahayakan warga saat hujan deras.
“Begitu hujan deras, arus sungai menutup jembatan dan kondisinya rusak karena sering terhantam air. Kami berharap segera ada tindak lanjut dari pihak terkait,” ujarnya.
Wahyudi juga mengapresiasi langkah Partai Golkar yang membuka ruang bagi masyarakat untuk mencari solusi bersama.
“Kami berterima kasih atas adanya Rumah Aspirasi ini. Harapannya, proposal perbaikan jembatan bisa segera ditindaklanjuti, apakah melalui APBD Kota, Provinsi, atau bahkan Pusat,” tandasnya. (bob)




