Guru Olahraga SMKN 4 Malang Dinonaktifkan Usai Ucapannya ke Siswi Viral

Tampak depan Gedung SMKN 4 MALANG. (foto: smkn4malang.sch.id)
Tampak depan gedung SMKN 4 MALANG. (foto: smkn4malang.sch.id)

Kota Malang, blok-a.com – Sebuah insiden dugaan pelecehan seksual verbal terjadi di lingkungan SMKN 4 Malang. Seorang guru olahraga berinisial R diduga melontarkan ucapan bernada seksual kepada sejumlah siswi saat memberikan teguran terkait cara berpakaian.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah salah satu siswa mengunggahnya ke media sosial hingga viral. Menyikapi kejadian itu, pihak sekolah telah menonaktifkan R dari jabatannya sebagai Koordinator Tata Tertib (Tatib) SMKN 4 Malang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 4 Malang, Triyudi Yudawan, membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual verbal tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah telah meminta keterangan langsung kepada R untuk mengklarifikasi kejadian yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026).

Menurut Triyudi, saat itu R yang juga bertugas sebagai Koordinator Tatib tengah memberikan nasihat kepada sejumlah siswi mengenai cara berpakaian. Namun, penyampaian nasihat tersebut justru menggunakan kalimat yang dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang tenaga pendidik.

Triyudi mengungkapkan, R telah mengakui kesalahan dalam penggunaan bahasa saat memberikan teguran. Ia kemudian menirukan pengakuan R terkait kalimat yang disampaikan kepada para siswi.

“Dia (R) mengakui kalau ucapannya salah. Saat itu dia bilang pakai bahasa Jawa. Rek, tolong besok Senin Selasa kan pakai baju putih, tolong pakai dalaman agar gak nerawang. Misal baju putih daleman pink, kontras. Wong lanang mana yang gak tertarik, aku ya tertarik,” kata Triyudi, Kamis (5/11/2026).

Ucapan tersebut kemudian menjadi perhatian para siswa. Salah satu siswa lantas mengunggah kejadian itu ke media sosial hingga memicu reaksi publik.

Triyudi tidak menampik bahwa kalimat yang disampaikan R tidak pantas digunakan dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, teguran kepada siswa seharusnya disampaikan dengan bahasa yang tepat dan tidak mengandung unsur yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

Meski demikian, ia menyebut persoalan kedisiplinan berpakaian di kalangan siswi memang menjadi salah satu perhatian sekolah. Sebelum kejadian tersebut mencuat, pihak sekolah mengaku menemukan tren berpakaian yang dinilai kurang sesuai dengan aturan, termasuk penggunaan rok terlalu naik, dasi terlalu naik, hingga makeup berlebihan.

“Jadi sebelumnya memang ada tren gaya berlakain siswi yang kurang elok, termasuk soal make up berlebihan. Tentu ini akan terus kami tertibkan jika masih ada,” tegasnya.

Ia menegaskan, penertiban aturan berpakaian tetap akan dilakukan. Namun, cara penyampaian teguran kepada siswa harus menjadi perhatian agar tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.

Selain dugaan pelecehan seksual verbal tersebut, Triyudi juga memberikan klarifikasi terkait video pemeriksaan jilbab siswi yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

Ia memastikan kegiatan tersebut bukan razia jilbab, melainkan pemeriksaan kelengkapan seragam pramuka yang berlangsung pada akhir 2025. Dalam kegiatan itu, siswi diminta membuka sebagian jilbab untuk menunjukkan hasduk sebagai bagian dari kelengkapan seragam.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, pihak sekolah telah menonaktifkan R dari jabatan Koordinator Tatib SMKN 4 Malang. R juga menjalani pembinaan di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang-Kota Batu, Dinas Pendidikan Jawa Timur.

“Kami telah menonaktifkan yang bersangkutan sebagai Koordinator Tatib,” tegas Triyudi.

Diketahui, R mulai menjabat sebagai Koordinator Tatib SMKN 4 Malang sejak Juli 2026. Guru olahraga berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut telah mengajar di sekolah itu sejak 2024.

Pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Kasus ini disebut menjadi bahan evaluasi, terutama dalam pembinaan kedisiplinan serta cara tenaga pendidik berkomunikasi dengan siswa.

“Tentu kami pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang dirugikan atas kejadian ini. Ini akan menjadi bahan evaluasi perbaikan ke depan,” tandasnya. (bob)

Exit mobile version