H-3 Idul Adha 2024, Pasar Hewan di Kabupaten Malang Masih Lesu

Pasar hewan Kepanjen. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Pasar hewan Kepanjen. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sejumlah pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Kabupaten Malang mangeluhkan penjualannya menjelang Idul Adha 2024 masih lesu. Bahkan hingga h-3 Idul Adha 2024, penjualannya tidak lebih dari 100 ekor.

Dari pantauan blok-a.com di lapangan, pasar hewan di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang nampak ramai penjual kambing. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Malang, seperti Kalipare, Gondanglegi dan Tajinan. 

Sementara itu, pembeli cukup sepi. Beberapa pembeli terlihat saling tawar menawar dari penjual satu ke penjual lainnya. Mereka nampak memilah kambing dan mempertimbangan harga termurah. 

Salah satu pedagang hewan kurban di Pasar hewan Kepanjen, Sulton (48) mengaku, penjualannya justu jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kini, dalam sehari ia hanya bisa menjual kurang lebih 5 ekor kambing. 

“Kalau dulu di Pasar Pahingan bisa jual 10 ekor lebih. Sekarang jual 5 saja susah, penjualannya menurun drastis dibandingkan tahun lalu,” ujar Sulton saat ditemui, Jumat (14/6/2024). 

Setiap kali event pasaran hewan, ia membawa sebanyak puluhan ekor kambing. Jenisnya pun bermacam-macam, ada domba, jawa randu serta jenis kacang. 

“Harganya mulai dari Rp2 jutaan, ada yang paling besar harga Rp8,2 juta beratnya selitar 80-90 kilogram,” bebernya. 

Lesunya pembelinya juga berpengaruh terhadap harga jual hewan kurban. Pria keturunan Madura ini mengaku harga hewan kurban, terutama kambing terjun payung.

“Harganya turun, apalagi mendekati hari H (Idul Adha) ini. Karena barangnya banyak, yang jual banyak tapi yang beli nggak ada, jadi pada berani nurunin harga,” jelasnya. 

Selain berjualan keliling pasar ke pasar, ia juga memiliki lapak di Kecamatan Kalipare. Rencananya ia akan berjualan hingg h+7 Idul Adha 2024. 

“Kemungkinan ramai, karena barang (hewan kurban) juga masih banyak jadi masih jualan meskipun sudah selesai lebarannya,” katanya. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ngatri. Pedagang kambing asal Kepanjen ini juga mengeluhkan hal yang sama, sepinya peminat membuatnya harus berkeliling untuk menjajakan hewan kurban. 

“Masih sepi, pasaran sepi barang banyak. Jadi terpaksa harus keliling jualannya. Harus telaten, sebelum belehan (hari raya kurban),” tegasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?