Handphone Polisi di Malang Dicek, Cegah Judi Online di Kalangan Anggota

caption:Propam Polres Malang Periksa HP Anggota, Jumat (21/6/2024) (blok-a/Andik Agus)
caption:Propam Polres Malang Periksa HP Anggota, Jumat (21/6/2024) (blok-a/Andik Agus)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Antisipasi judi online (Judol), Seksi Propam (Sipropam) Polres Malang, melakukan pengecekan handphone (HP) para anggota tanpa kecuali.

Pengecekan HP para anggota, dilakukan secara mendadak usai pelaksanaan apel pagi personel Polres Malang, Kamis (20/6/2024).

Kasi Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, menindaklanjuti instruksi Presiden bahwa adanya pembentukan satgas pemberantasan judi online. Polres Malang telah melakukan beberapa upaya secara simultan, diantaranya dengan melakukan pengawasan melekat kepada seluruh anggota Polres Malang.

“Pemeriksaan ponsel anggota merupakan bentuk pencegahan, agar tidak ada anggota Polres Malang yang terlibat dengan judi online tersebut, maka aktivitas anggota termasuk aktivitas pribadinya, dilakukan pengecekan terhadap handphone masing masing anggota,” ujar Dicka, Kamis (20/6/2024).

Dari pemeriksaan handphone oleh Propam Polres Malang, tidak ditemukan adanya aplikasi judi di dalam HP setiap anggota.

“Dari pemeriksaan handphone itu, bisa dilihat aktivitas aktivitas anggota, apakah terafiliasi dengan judi online atau tidak. Alhamdulilah , Propam telah memeriksa telepon genggam anggota dan hasilnya tidak ada anggota Polres Malang yang terlibat judi online,” bebernya.

Dicka menambahkan, polisi juga melakukan patroli di dunia maya, media sosial untuk memberantas praktik judi online.

“Kita mulai dari internal anggota, kemudian untuk mencegah terjadinya judi online di tengah masyarakat, unit VI Polres Malang dan tim cyber terus memantau di jejaring media sosial terutama website yang terafiliasi judi online,” terangnya.

Hal itu sebagai bentuk komitmen polisi dalam memerangi judi online. Apalagi, Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah menerbitkan surat keputusan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online pada Jumat 14 Juni 2024 lalu. 

“Kami juga koordinasi dengan Kominfo untuk memblokir situs situs yang ditengarai terafiliasi dengan praktik judi online,” terangnya.

Dicka menyebut selama tahun 2024 ungkap kasus judi online di Kabupaten Malang sebanyak 13 dengan 15 orang tersangka. 

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Malang Ahmad Andi mendukung upaya Polres Malang dalam pemberantasan judi tersebut. 

“Tentunya memang harus diberantas praktik judi online itu, kami DPRD Kabupaten Malang mendukung sapu bersih praktik perjudian, ” kata Andi. 

Andi juga mendorong Pemkab Malang untuk bersama sama kepolisian dalam memberantas praktik perjudian. 

“Tidak hanya judi online tetapi juga judi offline, karena pertama dilarang agama dan memicu munculnya persoalan sosial, ” pungkasnya.

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?