Harga Bahan Pokok di Kota Malang Jelang Nataru 2023/2024 Naik, Ini Harganya

Harga Cabai di Kota Malang Naik Signifika, Gegara Musim
Ilustrasi/Bahan-bahan pokok di Pasar Kota Malang. (blok-a.com/Nashrul)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang perayaan dua hari besar internasional yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, harga bahan pokok di Malang mulai merangkak naik. Kenaikan harga ini juga dialami oleh masyarakat di seluruh Malang, terutama untuk bahan-bahan pokok.

“Semua mahal. Semua harganya naik,” terang Inayah salah satu pedagang di Pasar Desa Landungsari, Minggu (10/12/2023). Ia menerangkan memang harga bahan pangan biasanya memang naik saat menjelang akhir tahun.

Yang menjadi pembeda Nataru tahun ini di Malang beberapa harga bahan pokok sedikit lebih tinggi karena faktor cuaca ekstrim. “Kemarin itu kering, terus pas hujan malah datangnya hujan angin,” terangnya. Cabai menjadi salah satu bahan pangan yang melesat harganya. “Lombok ini yang naik terus. Yang kecil (cabai rawit) ini 90 ribuan, kalau yang besar 82 ribu sekilonya,” ujarnya.

Selain cabai, beras adalah salah satu komoditas pangan yang naik harganya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Blok-A, harga beras yang dijual di Pasar Desa Landungsari per kilonya berada di kisaran 13 ribu hingga 15 ribu rupiah, bahkan bisa lebih tinggi harganya untuk beras premium.

Harga daging ayam relatif stabil kisarannya selama sebulan terakhir, namun fluktuatif setiap harinya. “Antara 29 ribu sampai 32 ribuan, bisa ganti-ganti setiap hari, Mas,” tutur salah satu penjual ayam potong di Pasar Desa Landungsari.

Harga bahan pangan lainnya di Pasar Desa Landungsari juga mengalami variasi. Contohnya, tomat buah kini dihargai sebesar 14 ribu rupiah per kilogram, sedangkan tomat sayur memiliki harga 12 ribu rupiah per kilogram.

Bawang putih tercatat dengan harga 31 ribu rupiah per kilogram, sementara saudaranya si bawang merah dihargai sebesar 28 ribu rupiah per kilogram. Untuk wortel, harganya adalah 12 ribu rupiah per kilogram, sedangkan manisa atau labu siam dijual dengan harga 11 ribu rupiah per kilogram.

Kenaikan harga yang rutin terjadi setiap akhir tahun dikarenakan permintaan masyarakat akan bahan pangan semakin tinggi pula menjelang perayaan natal dan tahun baru. Didorong dengan inflasi yang stabil merangkak, maka harga pangan juga naik secara merata. (mg3/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?