Hotel di Malang Jadi Sasaran Penipuan, Korban Rugi Juta-an Rupiah Gegara Tawaran Kamar Plus Wanita

Pintu masuk dari basement Everyday Smart Hotel dan apartemen Soekarno Hatta yang diberikan himbauan serta pengamanan security (foto : Widya Amalia/Blok-A)
Pintu masuk dari basement Everyday Smart Hotel dan apartemen Soekarno Hatta yang diberikan himbauan serta pengamanan security (foto : Widya Amalia/Blok-A)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Manajemen Everyday Smart Hotel di Kota Malang mengeluh banyak oknum lakukan penipuan.

Bukan tanpa sebab, banyak oknum lakukan penipuan menggunakan lokasi hotel di Soekarno-Hatta, Kota Malang itu.

Modus penipuan itu adalah menawarkan korban layanan jasa sewa kamar sekaligus wanita penghibur.

“Banyak agen nakal yang menggunakan nama kami untuk menipu. Jadi orang banyak komplain ke kami. Mereka datang dan mengaku sudah membayar kamar dan yang ‘nemani’ di dalam,” kata Everyday Smart Hotel Manager, Devi Elisabeth, pada (8/1/2024).

Devi menyebut telah mengumpulkan banyak bukti transfer yang dikumpulkan dari para korban. Nominalnya bukan ratusan ribu saja. Namun hingga jutaan rupiah.

“Ada yang ratusan ribu, 500 ribu, dan jutaan juga ada, mereka datang ke sini lalu marah ‘lho saya sudah bayar ini bukti transfernya’ lalu kami coba jelaskan bahwa tidak ada layanan seperti itu. Kemudian titik bertemunya dia bilang di apartemen ini, padahal ini hotel,” beber dia.

Sering kali, nomor kamar yang dituju dari korban adalah nomor apartemen. Kemudian, gambar yang ditunjukkan adalah kamar hotel, sementara nomor yang diberikan adalah nomor unit apartemen.

Korban juga datang tidak datang dari personal saja, namun juga dari rombongan wisatawan. Devi menjelaskan, rombongan itu mengaku sudah membayar belasan unit kamar di seorang agen.

“Tapi kami periksa di catatan booking hotel tidak ada, kemudian foto yang diberikan juga berbeda. Nah, larinya review di google maps ya ke atas nama hotel sendiri,” kata dia.

Hal itu akhirnya memberikan dampak kerugian material dan immaterial bagi hotel. Dia menyebut, banyak pelanggan yang lari.

“Itu juga berdampak pada nama baik kami, banyak yang kasih rating 1 ke kami di google maps. Nah padahal kamar kami bisa dipesan di website resmi, di OTA seperti Traveloka, Agoda, dan lain-lain. Orang yang kena tipu itu mereka pesan dari nomor agen yang tersebar di sosial media,” jelas wanita berambut panjang ini.

Devi menyebut pihaknya sudah melakukan laporan ke pihak kepolisian setempat. Selain itu, dia berharap agar para pengunjung bisa membedakan mana kamar hotel resmi dan apartemen tidak resmi.

“Namun kini kami berusaha memperbaiki diri agar hal tersebut tidak terulangi lagi,” tukas Devi. (wdy/bob)

Exit mobile version