Kota Malang, blok-a.com – Layanan bus Trans Jatim di Malang akan menyesuaikan jam operasional saat Lebaran tahun 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat yang umumnya dimulai lebih siang setelah pelaksanaan salat Id.
Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, mengatakan pada hari H Lebaran operasional bus Trans Jatim tidak dimulai sejak pagi seperti biasanya.
“Pada hari H Lebaran, operasional Trans Jatim dimulai pukul 10.00 sampai 21.00,” ujar Cito.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi operasional pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Saat layanan tetap berjalan sejak pagi, jumlah penumpang sangat minim sehingga dinilai kurang efektif.
“Kalau tetap beroperasi sejak pukul 05.00 pagi biasanya hampir tidak ada penumpang, jadi kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, pada pagi hari saat Lebaran masyarakat umumnya masih melaksanakan salat Id dan aktivitas ekonomi seperti pasar juga belum berjalan.
“Pagi hari banyak yang salat Id, aktivitas juga belum ramai, jadi operasionalnya dimulai lebih siang,” katanya.
Sementara itu, operasional Trans Jatim akan kembali normal setelah Lebaran. Layanan bus kembali berjalan mulai pukul 05.00 hingga 21.00 seperti hari biasa.
Selain penyesuaian jam operasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga tengah mengkaji kemungkinan layanan gratis bagi penumpang Trans Jatim saat momentum Lebaran.
“Masih dibahas, rencananya ada layanan gratis saat Lebaran, apakah satu hari atau dua hari,” ungkap Cito.
Ia menambahkan, usulan layanan gratis tersebut masih dalam tahap finalisasi sehingga belum diputuskan secara resmi.
“Untuk finalnya nanti akan kami informasikan lagi,” tambahnya.
Meski ada penyesuaian operasional, tarif Trans Jatim tetap sama seperti biasa. Penumpang umum dikenakan tarif Rp5.000, sedangkan tarif khusus Rp2.500.
“Tarif tetap sama, tidak ada perubahan,” pungkasnya.




