Jukir Liar Alfamart di Malang Tidak Perlu Diberi Uang

Jukir Liar Alfamart di Malang Tidak Perlu Diberi Uang
Jukir Liar Alfamart di Malang Tidak Perlu Diberi Uang (blok-a/Berryl)

Kota Malang, blok-a.com – Juru parkir (Jukir) di minimarket, yakni Alfamart di Malang kerap membuat keresahan. Sebab, kadang ada tulisan bebas parkir, namun tiba-tiba ada Jukir yang menarik uang parkir.

Hal ini pun menjadi polemik di kalangan masyarakat. Meskipun Rp 2 ribu, kadang pelanggan enggan untuk ke Alfmart tersebut.

Menanggapi hal tersebut,
Corporate Communications (Corcom) Alfamart M. Faruq Asrori menjelaskan bahwa parkir di seluruh gerai Alfamart termasuk Malang adalah gratis.

“Sebetulnya enggak hanya di Malang Raya mas. Secara nasional itu instruksi manajemen semuanya bebas parkir,” kata dia dikonfirmasi blok-a.com, Rabu (24/4/2024).

Untuk itu, dia menjelaskan, seluruh pelanggan seharusnya tidak perlu membayar parkir. Sebab, setiap cabang Alfamart di Malang sudah membayar retribusi parkir ke pemerintah daerah di Malang Raya. Retribusi parkir itu dibayarkan ke pemerintah daerah setiap bulan sekali.

Biaya retribusi parkir itu sayangnya tidak dijelaskan berapa per bulannya.

“Iya kalau di Kota Malang misalnya berapa. Kalau 50 ya kita bayar 50,” jelasnya.

Alhasil, saat retribusi parkir sudah dibayar, Faruq menjelaskan, seharusnya tidak ada Jukir liar di sekitaran Alfamart. Sebab, dengan pembayaran retribusi itu, pihaknya beranggapan bahwa pemerintah menertibkan juru parkir liar.

Namun kondisi lapangan berbeda. Jukir liar masih didapati ada di sejumlah gerai Alfamart di Malang Raya.

“Itu harapan kami karena kan kita sudah bayar. Tapi praktek di lapangan mereka (Jukir liar) tetap ada. Makannya langkah yang kami lakukan adalah menempel stiker bebas parkir/parkir gratis,” tuturnya.

Faruq pun memberi saran jika ada pelanggan Alfamart yang tiba-tiba ditarik parkir, mereka tidak wajib membayar. Sebab, pembiayaan parkir sudah dibayar Alfamart melalui retribusi parkir.

“Kalau di Alfamart ya gak bayar gak papa, karena kita sudah bayar ke Pemda itu yang utama. Terus yang kedua sudah ada tulisan ‘Bebas Parkir’ ya. Tapi kalau ada orang tiba-tiba muncul prit begitu kan apakah itu tukang parkir atau preman kan kita nggak ngerti. Harusnya yang menertibkan pemerintah daerah mas. Ada masalah di lapangan kok diam saja,” jelasnya.

Sementara itu, dia berharap pemerintah daerah di Malang Raya bisa menertibkan Jukir-jukir liar di Alfamart ini. Sebab, penertiban itu adalah kewenangan dari pemerintah daerah.

“Kami kan sudah bayar retribusi seharusnya jika ada praktek di lapangan ada Jukir ya itu yang menertibkan harusnya Pemda, bukan kami,” tutupnya. (bob)

Exit mobile version