Kekeringan Landa 14 Desa di Kabupaten Malang, BPBD Salurkan 4,57 Juta Liter Air Bersih

Kekeringan landa 14 desa di Kabupaten Malang, BPBD salurkan 4,57 juta liter air bersih (foto: istimewa)
Kekeringan landa 14 desa di Kabupaten Malang, BPBD salurkan 4,57 juta liter air bersih (foto: istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebanyak 14 desa di enam kecamatan di Kabupaten Malang masih terdampak kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, bencana tersebut berdampak pada sekitar 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah unsur terkait telah menyalurkan total 4.574.300 liter air bersih selama periode 8 Agustus hingga 13 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan distribusi air bersih masih dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak sesuai kebutuhan masyarakat.

“Distribusi air bersih mencapai 112.700 liter dengan menggunakan tujuh armada dan total 22 ritase. Penyaluran ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Sadono dalam rilis resminya, Rabu (14/10/2026).

Sadono menambahkan, penyaluran pada 13 Oktober menyasar Desa Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Desa Tumpakrejo dan Sidodadi di Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Desa Putukrejo di Kecamatan Kalipare, serta Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak.

Rinciannya, Desa Sumberagung menerima 25.000 liter, Puskesmas Sitiarjo 10.000 liter, Desa Tumpakrejo 20.000 liter, Desa Sidodadi 5.000 liter, Desa Karangkates 25.700 liter, Desa Putukrejo 15.000 liter, dan Desa Sumberejo 12.000 liter.

Secara akumulatif, Desa Karangkates menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak, yakni 1.081.500 liter. Sementara itu, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan telah menerima 605.000 liter air bersih.

“Selain melakukan distribusi air bersih, kami juga melaksanakan pemantauan di 33 kecamatan melalui radio komunikasi, internet, pesan singkat, WhatsApp, dan layanan call center. Posko tetap siaga selama 24 jam dengan pembagian dua shift,” jelas Sardono.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi kekeringan sekaligus potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan laporan posko shift kedua pada Selasa (13/10/2026) malam hingga Rabu (14/10/2026) pagi, tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan.

Penanganan kekeringan ini melibatkan BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, Baznas, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, serta sejumlah pihak pendukung lainnya.

BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pemantauan dan penyaluran air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat kekeringan dan karhutla 2026. (yog)

Exit mobile version