Khofifah Minta Warga Tak Panic Buying BBM, Pasokan Pertalite Malang Ditambah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah aaat meninjau SPBU Ciliwung, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) (dok. Pertamina for blok-a.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah aaat meninjau SPBU Ciliwung, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) (dok. Pertamina for blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meningkatkan penyaluran Pertalite di Kota Malang dari rata-rata 340 kiloliter (KL) menjadi sekitar 407 KL per hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan penyaluran tersebut dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap kebutuhan BBM di Kota Malang.

“Berdasarkan pemantauan kami, terdapat peningkatan kebutuhan Pertalite di Kota Malang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penyaluran telah kami tingkatkan dari rata-rata sekitar 340 KL per hari menjadi sekitar 407 KL per hari. Kami juga mengoptimalkan Fuel Terminal (FT) Malang yang beroperasi 24 jam. Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan BBM di SPBU,” jelas Ahad.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pertamina Patra Niaga meninjau pelayanan BBM di SPBU 54.651.73 Ciliwung, Kota Malang, Sabtu malam (17/10/2026).

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dua kali melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga menyusul antrean panjang di sejumlah daerah, termasuk Jember, Bondowoso, dan Malang.

Berdasarkan data Pertamina yang diterimanya, stok BBM relatif aman. Khofifah menyebut kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Tanjung Perak, Surabaya. Kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober 2026.

“Kalau kita melihat stok dari yang sekarang kapal merapat, itu aman. Begitu. Nanti tanggal 25 juga akan datang lagi kapal dari BBM impor,” ujar Khofifah.

Meski demikian, Khofifah meminta Pertamina memastikan penyaluran BBM di setiap SPBU sesuai dengan proporsi kebutuhan masing-masing wilayah. Menurutnya, kebutuhan setiap SPBU telah tercatat dalam data Pertamina Patra Niaga.

Ia menjelaskan, distribusi BBM di Jawa Timur didukung sejumlah terminal, termasuk di Malang, Jember, Banyuwangi, Madiun, Tuban, dan Surabaya. Penyaluran dari masing-masing terminal diharapkan menyesuaikan kebutuhan wilayah agar distribusi berjalan sesuai alokasi.

Khofifah juga mengungkapkan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, penyaluran BBM di beberapa SPBU di Malang bahkan telah melampaui kuota yang tercatat.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Khofifah juga menyinggung dugaan pembelian BBM menggunakan tangki berkapasitas besar yang kemudian disedot untuk dijual kembali di jalan.

“Mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang bisa memberikan pemenuhan kebutuhan sesuai porsinya. Jadi, hindari panic buying, hindari panic buying, apalagi yang kemungkinan ada indikasi membeli dengan tangki yang lebih besar, kemudian nanti disedot atau dijual di jalan, dan seterusnya,” tegasnya.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim juga mengoordinasikan pengawasan distribusi BBM dengan jajaran kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan Solar maupun Pertalite tetap mendapatkan pasokan.

Ia menyebut, berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, ketersediaan Pertamax hingga 31 Oktober diperkirakan melebihi kebutuhan. Sementara itu, kebutuhan Pertalite dan Solar hingga tanggal yang sama diperkirakan cukup sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

Menurut Khofifah, apabila antrean panjang masih terjadi, proses distribusi BBM perlu dievaluasi untuk mengetahui kendala yang terjadi di lapangan.

“Jadi, kita mencoba mengoordinasikan secara komprehensif, baik dari penyedia Pertamina Patra Niaga maupun dari proses pengawasan, terutama dengan jajaran kepolisian. Saya juga menyampaikan, intinya adalah yang memang membutuhkan Solar, jangan sampai ada yang tidak terpenuhi; yang membutuhkan Pertalite, jangan sampai ada yang tidak terpenuhi,” katanya.

Khofifah juga menyoroti karakteristik Malang sebagai kota wisata dan pendidikan yang dapat mengalami peningkatan kebutuhan BBM pada waktu tertentu. Menurutnya, kebutuhan tambahan di luar kapasitas harian perlu dikomunikasikan dengan pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga.

“Jadi, kalau ada kebutuhan-kebutuhan yang pada saat tertentu itu ternyata memang harus dipenuhi dengan suplai yang melebihi dari kapasitas harian, memang harus dikomunikasikan secara lebih detail izin Pak Wali Kota. Jadi, sama-sama kita melakukan komunikasi dan evaluasi bersama,” ujar Khofifah.

Dalam peninjauan di SPBU Ciliwung, Khofifah juga menyapa pengemudi ojek online (ojol) yang sedang mengisi BBM. Sebanyak 100 pengemudi ojol menerima bantuan pengisian BBM dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian kepada pekerja sektor transportasi.

(blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Exit mobile version