Konsep Penataan Kayutangan Heritage Menjadi Rujukan Nasional

Muncul Aduan Warga Soal Parkir Kayutangan Heritage Bisa Dibooking, Ini Kata Dishub Kota Malang
Ilustrasi Kayutangan Heritage (blok-a/Dhimas)

Kota Malang, blok-a.com – Kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi model nasional penataan permukiman padat penduduk oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kementerian PKP saat ini tengah mengidentifikasi dan mempelajari secara mendalam konsep penataan Kayutangan Heritage yang dinilai berhasil menggabungkan penataan kawasan, pelibatan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan keberhasilan Kayutangan Heritage menarik perhatian Menteri PKP, Maruarar Sirait, karena berbasis pada partisipasi aktif masyarakat.

“Yang sedang kami pelajari lebih detail adalah keberhasilan program ini karena partisipasi masyarakat,” ujar Sri Haryati usai pertemuan di Balai Kota Malang, Jumat.

Menurutnya, Kayutangan Heritage tidak hanya menata fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan pendanaan pemerintah pusat dan daerah. Pendekatan terpadu inilah yang dinilai layak dijadikan contoh bagi kawasan permukiman padat di daerah lain.

Keberhasilan penataan tersebut juga tercermin dari prestasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan yang meraih predikat terbaik di tingkat nasional.

Berdasarkan capaian itu, Kementerian PKP berencana mengembangkan sistem tata kelola kawasan permukiman yang bersifat holistik dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, mengadopsi konsep yang telah diterapkan di Kayutangan Heritage.

Sebagai langkah awal replikasi, Kementerian PKP akan mengajak sejumlah daerah untuk mempelajari langsung konsep penataan Kayutangan. Beberapa kawasan di Jakarta telah disiapkan sebagai lokasi awal penerapan.

“Ada tiga kelurahan yang kami ajak, yaitu Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi, dan Johar Baru, untuk melihat praktik baik yang sudah berjalan di Kayutangan Heritage,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif penetapan Kayutangan Heritage sebagai rujukan nasional penataan kawasan permukiman padat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan tidak lepas dari proses panjang pendekatan kepada masyarakat dan keterlibatan warga sejak tahap perencanaan.

“Kami bisa berhasil karena melakukan pendekatan dan melibatkan masyarakat di Kayutangan,” ucapnya.

Wahyu berharap konsep penataan Kayutangan Heritage yang kini berkembang menjadi destinasi wisata dapat direplikasi di daerah lain, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus kualitas lingkungan permukiman.

“Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan hidup lebih sehat,” pungkasnya. (bob)