Kota Malang Dataran Tinggi Tapi Tetap Banjir, Ketua Dewan Beri Penjelasan

Hujan Lebat Mengguyur Kota Malang, Jembatan Soekarno-Hatta Banjir Lagi
Genangan air alias banjir di Jembatan Soekarno-Hatta Kota Malang, Sabtu (9/3/2024) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengemukakan pendapat perihal banjir yang terjadi di Kota Malang.

Dia menilai bahwa Kota Malang sejatinya tidak mengalami banjir seperti yang dialami kota-kota lain.

Beberapa daerah yang kerap dihinggapi genangan air tersebut antara lain adalah Jalan Soekarno Hatta, Jembatan Kedungkandang, serta daerah Jalan Galunggung. Tak ayal hal ini selalu menjadi fenomena di dunia maya.

Made mengatakan bahwa sebenarnya Kota Malang berada di dataran tinggi. Menurutnya, hal ini tidak mungkin membuat Kota Malang terjadi banjir.

Bahkan menurutnya, jika Kota Malang banjir, maka Surabaya akan tenggelam karena Surabaya berada di dataran yang lebih rendah.

“Kalau Kota Malang banjir, Surabaya tenggelam karena kita dataran tinggi. Karena itu menurut kami ya ada hal yang salah yang harus diperbaiki dan itu jangan diulangi lagi,” ujar Made.

Ketua DPRD Kota Malang ini menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi Kota Malang bukanlah banjir, melainkan air yang terhambat sementara.

Menurut Made, genangan air yang terjadi di Kota Malang biasanya surut dalam waktu 30 menit hingga satu jam. 

Ia menegaskan bahwa genangan air di kota tersebut tidak berlangsung lama dan lebih disebabkan oleh masalah drainase.

“Sebenarnya kota malang ini bukan banjir, tapi air terhambat sebentar. Kalau banjir itu kan menggenang, seperti di Jakarta itu sampai lama. Kita, tiga puluh menit paling lama satu jam hilang ini,” ujarnya.

Namun, meskipun genangan ini tidak berlangsung lama, tetap saja mengganggu mobilitas masyarakat. Beberapa titik di kota ini sering mengalami genangan yang cukup tinggi, termasuk Jalan Galunggung yang sempat dilaporkan mengalami banjir hingga masuk ke rumah warga.

“Artinya kan yang bermasalah drainasenya. Dari segi kontur wilayah itu Kota Malang nggak mungkin akan banjir,” terang Made.

Ia menambahkan bahwa permasalahan utama yang harus segera diatasi oleh Pemerintah Kota Malang adalah sistem drainase yang kurang optimal. Made menegaskan pentingnya perbaikan drainase agar air tidak terhambat dan menyebabkan genangan. (art/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?