Kota Malang, blok-a.com – Akun Tiktok seorang mahasiswi di Universitas Negeri Malang (UM) viral di media sosial. Hal ini karena dirinya membagikan pengalaman horor saat menaiki lift di kampus UN. Mahasiswi ini diketahui bernama Hayyu Erinda, ketika melewati kejadian horor di kampusnya. Peristiwa horor itu disebut terjadi di lift gedung kuliah bersama yang diduga terjadi di A20 UM pada Jumat (1/12/2024) pekan lalu.
Peristiwa itu kemudian diklarifikasi oleh petugas keamanan gedung, Ramadan. Peristiwa yang dialami Hayyu tersebut diduga terjadi di gedung A19. Memang, terdapat salah satu lift paling pojok yang kerap berhenti di lantai 7. Namun, hal tersebut diyakini karena sistem lift.
“Memang ada salah satu lift pojok yang kalau malam berhenti di lantai 7. Tapi sistemnya memang begitu. Karena lift itu kalau sudah jarang yang pakai dia ke atas bukan ke bawah,” ujar dia, ketika ditemui oleh wartawan Blok-a,c om pada (7/11/2023).
Menurut Ramadan, sistem lift tersebut memang otomatis ke lantai 7 apabila sedang sepi atau tidak mengangkut banyak orang. Lantai 7 sendiri sebenarnya merupakan ruang kelas perkuliahan biasa. Sehingga, ketika jam kuliah berakhir maka lampu lantai 7 akan dimatikan.
Ramadan kerap berjaga hingga dini hari. Biasanya mulai siang hingga ke malam hari. Bahkan tidak jarang Ramadan berjaga hingga pukul 2 malam. Selama 1 tahun dia bertugas, belum pernah melihat langsung fakta sosok pocong dan kuntilanak yang viral diperbincangkan itu.
“Mana ada pocong saya nggak pernah ketemu, yang putih-putih itu juga gak ada, aman kok di sini,” lanjutnya.
A19 dan A20 sendiri memang gedung kembar yang difungsikan sebagai Gedung Kuliah Bersama. Namun, memang banyak rumor seram yang beredar di kalangan mahasiswa. Hal itu disampaikan oleh salah satu mahasiswa, Malik.
“Oh ya memang seram. Dua-duanya seram. Kalau A19 itu sebenarnya lantai 7, kalau A20 itu lantai 9,” ujar dia.
Gedung yang baru berusia 2 tahun dibangun itu kerap menunjukkan fenomena astral. Seperti suara langkah kaki, suara aneh, bahkan sosok. Dia pernah melihat sesosok bayangan putih di sekelebat di gedung perkuliahan itu.
“Tapi kalo sekarang sih ga keluar. Coba aja nanti malam,” ujarnya berkelakar.
Menurut pantauan wartawan Blok-A ketika mencoba lift, memang ketiganya memiliki sistem yang berbeda. Untuk kedua lift dari kiri, mereka tidak berhenti di lantai 7 ketika sedang naik ke atas. Namun, untuk lift paling kanan yakni nomor 3, meski tidak ada yang menekan tombol, memang berhenti di lantai 7.
Namun, ketika lift tersebut turun, maka langsung otomatis ke lantai yang dituju. Di lantai 7 sendiri memang berisikan ruang-ruang kelas yang relatif lebih sepi daripada lantai lain. Dibandingkan lantai 3 dan 4, lantai 7 nampak sangat sepi. Banyak kelas-kelas kosong yang lebar itu tidak terlalu ramai. Namun, hingga kini lift tersebut masih digunakan seperti biasa oleh para civitas akademika. (mg2/bob)




