Ngeri-Ngeri Sedap Jalan di Belakang UIN Malang, Tak Ada Trotoar dan Padat Kendaraan

Ngeri-Ngeri Sedap Jalan di Belakang UIN Malang, Tak Ada Trotoar dan Padat Kendaraan
Ngeri-Ngeri Sedap Jalan di Belakang UIN Malang, Tak Ada Trotoar dan Padat Kendaraan

Kota Malang, blok-a.com – Permasalahan kurangnya fasilitas umum pejalan kaki di beberapa titik keramaian seperti contohnya area kost dan kampus Kota Malang, agaknya bisa dilihat secara langsung buktinya, yakni di Jalan Sunan Kalijaga atau biasa disebut juga daerah belakang UIN Malang.

Di area belakang UIN tersebut, fasilitas pejalan kaki tidak nampak sama sekali. Aspal jalan sudah menyentuh ujung ke ujung lahan yang tersedia, dari tembok UIN Malang hingga halaman pertokoan.

Sebenarnya dulu sempat ada segaris pijakan yang biasa dimanfaatkan oleh pejalan kaki. Namun wujudnya bukan trotoar atau jalur khusus pejalan kaki, melainkan pematang saluran drainase terbuka.

Namun kini selokan tersebut telah dirubah menjadi gorong-gorong bawah tanah dan seluruh lahan selokan itu dialihfungsikan menjadi jalan beraspal. Perubahan ini dimaksudkan untuk pelebaran jalan yang dampaknya diharapkan dapat mengurangi macet yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Sementara itu, sisi lain jalan sudah mepet sekali dengan berbagai bangunan bertembok. Sehingga mau tak mau para pejalan kaki yang melewati wilayah tersebut harus rela turun ke aspal seperti yang terjadi di Jalan Terusan Surabaya.

Memang kendaraan yang melaju di wilayah tersebut rata-rata berkeccepatan sedang, tidak terlalu kencang, namun terlihat beberapa kali pejalan kaki yang melintas harus melipir dan menunggu kendaraan lewat sebelum meneruskan perjalanan mereka.

Para mahasiswa yang ngekost di daerah sekitar atau bahkan tinggal di Asrama UIN Malang harus berhati-hati berjalan kaki tanpa adanya fasilitas pedestrian yang mumpuni di wilayah tersebut.

Padahal sepanjang jalan belakang UIN tersebut dipenuhi oleh berbagai pusat kebutuhan mahasiswa seperti mini market dan kedai-kedai makanan. Salah satu contohnya adalah Soto Qona’ah yang sempat viral beberapa saat lalu.

Bahkan, Maliki Plaza yang menjadi pusat kuliner dan berbagai kegiatan lain mahasiswa UIN Malang juga terletak di tepi jalan itu.

“Yang penting hati-hati dan ambil mepet pinggir,” ujar Bowo, salah satu mahasiswa UIN Malang saat ditanya komentar perihal minimnya fasilitas pejalan kaki di wilayah itu.

Luas lahan memang menjadi permasalahan di wilayah ini. Hampir tidak ada lahan sisa di luar jalanan aspal yang dapat digunakan untuk fasilitas pejalan kaki.

Di satu sisi, aspal sudah mepet dengan tembok UIN Malang, sementara di sisi lain berbagai bangunan sudah berdiri kokoh. Adapun beberapa titik dimana lahan masih sedikit tersisa sudah digunakan untuk halaman bangunan ruko ataupun toko.

Ada juga beberapa titik yang sudah dikuasiai oleh Pedagang Kaki lima, yang entah rombong atau tempat parkirnya ada di sana.

Sementara itu, pengurangan luasan aspal juga bukan opsi yang ideal mengingat perluasan yang baru saja silakukan adalah solusi untuk mengurangi kemacetan yang biasa terjadi di sore hari. (art/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?