Produksi Bawang Merah di Pujon Naik 45 Persen Berkat Upland Project

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto saat meninjau Program Upland Project yang dijalankan Kementerian Pertanian di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang (foto: istimewa)
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto saat meninjau Program Upland Project yang dijalankan Kementerian Pertanian di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang (foto: istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Program Upland Project yang dijalankan Kementerian Pertanian di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mulai menunjukkan hasil positif. Produktivitas bawang merah petani setempat meningkat dari semula sekitar 11 ton menjadi 16 ton per hektare.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang difokuskan dalam pengembangan komoditas bawang merah melalui program tersebut.

“Fokus untuk Kabupaten Malang adalah bawang merah. Tadi kami sudah melihat produksinya ternyata ada peningkatan cukup signifikan dari 11 ton per hektare menjadi 16 ton per hektare sekarang,” kata Hermanto, Sabtu (11/7/2026).

Ia menambahkan, peningkatan produksi tidak lepas dari dukungan sarana dan prasarana pertanian yang diberikan pemerintah. Bantuan tersebut meliputi pembangunan embung serta penyediaan pompa air untuk menjamin ketersediaan irigasi, terutama saat musim kemarau.

“Alhamdulillah tadi kami melihat petani bawang merah sudah ada yang menanam tiga kali, bahkan ada yang lebih,” tambahnya.

Berdasarkan data Pemerintah Desa Tawangsari, sebelum program Upland Project berjalan, petani hanya mampu melakukan penanaman bawang merah dua kali dalam setahun, yakni pada Oktober dan Februari. Kini, dengan dukungan infrastruktur irigasi, petani dapat menambah satu musim tanam lagi pada Juni.

Desa Tawangsari memiliki luas lahan pertanian sekitar 750 hektare. Pada musim tanam pertama, budidaya bawang merah dilakukan di lahan seluas 230 hektare. Selanjutnya, musim tanam kedua mencapai 340 hektare, sedangkan musim tanam ketiga memanfaatkan sekitar 80 hektare lahan.

Kepala Desa Tawangsari, Miftahul Anwar, mengatakan selain bantuan infrastruktur pengairan, desanya juga memperoleh pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang mempermudah distribusi hasil panen.

Keberadaan jalan tersebut tidak hanya memperlancar rantai pasok bawang merah, tetapi juga meningkatkan pendapatan para pekerja angkut di desa.

“Biasanya mereka mengakut satu sampai dua kali saja tapi sejak ada JUT bisa menjadi empat kali,” kata Miftahul.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menegaskan Pemerintah Kabupaten Malang akan terus mengembangkan program Upland Project agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani di daerah lain.

Ia menyebut Desa Tawangsari kini juga telah mampu memproduksi benih bawang merah yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah sekitar.

“Bisa dijual ke masyarakat di sekitar Pujon, seperti di Ngantang,” ucap Lathifah. (yog)

Exit mobile version