Kabupaten Malang, blok-a.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mewabah di wialyah Kabupaten Malang. Setidaknya, ada puluhan hewan ternak yang terpapar penyakit mematikan tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo menerangkan, adanya kasus PMK mulai terdeteksi kembali sejak Januari 2024 lalu.
“Untuk PMK memang mulai bulan Januari hingga Februari sudah mulai muncul fi beberapa kabupaten kota lain juga. Di Lawang sendiri termonitor ada 27 ekor yang terpapar,” ujar Eko saat ditemui, Kamis (22/3/2024).
Ia menyebutkan, masuknya PMK ke Kabupaten Malang tidak lain yakni karena kasus di sejumlah wilayah yang menikmat. Salah satunya yakni wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Di Pasuruan kan palung banyak (kasusnya), sehingga wilayah kita terdampak. Terutama di wilayah Lawang yang berbatasan langsung dengan Pasuruan,” jelasnya.
Selain berbatasan langsung dengan wilayah Pasuruan, lanjut Eko, di wilayah Kecamatan Lawang juga diketahui masih banyak sapi yanb belum melalukan vaksinasi PMK. Hal tersebut yang menjadi penyebab terbesar menurutnya.
Kendati demikian, ia mengaku, pemberian vaksinasi serta vitamin dan juga pengobatan telah dilakukan guna mengantisipasi penyebaran.
“Beberapa (hewan) juga belum tervaksin sehingga ada dampaknya. Namun, sudah diobati sudah mulai berangsur membaik,” katanya.
Selain itu, ia juga menghimbau bagi pemeilik hewan ternak khususnya sapi diharapkan terus menjaga kebersihan kandang. Utamanya juga melakukan vaksinasi dan juga pemberian vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh hewan itu sendiri.
“Terpentimg kebersihan, karena virus tidak ada obatnya. Kita perintahkan dokter hewan yang melakukan vaksinasi dan pengecekan untuk yang sakit agar diberi vitamin. Terus juga melakukan penyemprotan,” pungkasnya.
Sebelumnya, kasus virus Lumpy Skin Disease (LSD) juga mengalami kenaikan di Kabupaten Malang. Setidaknya, ada kurang lebih 400 hewan ternak yang terjangkit virus cacar kulit tersebut.
Penyakit cacar kulit tersebut ditemukan secara menyebar di sejumlah kecamatan. Ia menyebut, Kecamatan Singosari, Dampit dan Turen menjadi wilayah paling besar ditemukan kasus sapi terjangkit PMK.
“Wilayah tersebut karena yang berdekatan langsung dengan pasar hewan. Dan itupun terus berputar di pasar hewan Gondanglegi dan Singosari.” ujar Eko. (ptu/bob)




