Puncak Kemarau Diprediksi Juli–September 2026, BPBD Kabupaten Malang Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

Situasi kekeringan ladang persawahan di Kabupaten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi pada musim kemarau 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sekaligus menyiapkan sumber daya pendukung, mulai dari personel hingga armada distribusi air bersih.

“Untuk antisipasi kekeringan kami sudah mempersiapkan semuanya, sembari terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Kabupaten Malang,” kata Sadono, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan data BPBD, sejumlah dusun di beberapa kecamatan masuk dalam kategori rawan kekeringan. Di antaranya Dusun Krajan dan Dusun Semampir di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Dusun Bandarangin Desa Sumberejo Kecamatan Pagak, Dusun Sumberkotes Kulon Desa Segaran dan Dusun Pohkecik Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, serta Dusun Sumbermaron Desa Kalipare Kecamatan Kalipare.

Mengantisipasi itu, Sadono menambahkan kondisi ketersediaan air di wilayah Malang Raya secara umum masih dalam kondisi aman berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Namun, masyarakat maupun perangkat desa dan kecamatan diminta untuk segera melaporkan apabila wilayah mereka mulai terdampak ke Pemkab Malang, termasuk ke BPBD, DPKPCK, hingga Perumda Tirta.

“Laporan resmi sebagai dasar pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat, selain dari hasil asesmen dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika,” tambahnya.

BPBD juga membagi tingkat kekeringan dalam tiga kategori, yakni kering kritis, kering langka, dan kering langka terbatas, berdasarkan jarak wilayah terhadap sumber air.

“Penyaluran bantuan air bersih akan segera dilakukan setelah status tanggap darurat ditetapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG yang tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, awal musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada April hingga Juni. Adapun puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026. (yog/bob)

Exit mobile version