Kota Malang, blok-a.com – Malam hari di Kota Malang, suasana damai Ramadan dirasakan semakin kuat dengan gema takbir dan ayat suci yang terdengar di masjid-masjid.
Namun, di balik kedamaian itu ada peran para petugas Satpol PP Kota Malang, Bapenda, TNI, dan Polri bergerak sigap menertibkan tempat usaha yang melanggar aturan, seperti yang dilakkukan dalam operasi gabungan Operasi Cipta Kondisi pada hari Sabtu (23/2/2024) lalu.
Sasaran mereka dalam Operasi Cipta Kondisi pada hari Sabtu itu adalah toko tanpa izin yang menjual minuman keras (Miras), tempat karaoke, panti pijat, dan kafe di Kota Malang yang tetap beroperasi di bulan Ramadan. Hasil dari operasi itu sendiri adalah, Satpol PP Kota Malang menyita ratusan botol miras dan juga memberikan teguran ke penjual minuman yang terinidikasi miras.
“Operasi ini adalah tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 4 tahun 2024 tentang Ramadan dan Idulfitri 1445 H,” ungkap Rahmat Hidayat, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Malang.
Ia menerangkan bahwa upaya ini adalah salah satu cara agar para umat islam yang menikmati suasana damai bulan Ramadan kali ini merasa nyaman.
“Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana Ramadan yang kondusif bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.”
Bagi para pelanggar, sanksi tegas sudah menanti. “Sesuai KUHP pasal 300, pelanggar dapat dipidana tiga bulan dan didenda,” tegas Kompol Wiwin Rusli, Kasat Samapta Polresta Malang Kota.
Operasi gabungan ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, instruksi dari Polda Jawa Timur telah mendorong operasi serupa untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama Ramadan.
“Kami sebenarnya melakukan operasi serupa sebelumnya. Kemarin juga ada instruksi dari Polda Jawa Timur agar kami melaksanakan operasi gabungan juga, baik dari fungsi Samapta maupun dari fungsi Reskrim dan sudah berjalan. Hasilnya, sudah ada beberapa kasus terkait minumas keras khususnya dan untuk barang bukti sudah kita amankan termasuk malam ini,” terang Kompol Rusli.
Selain itu, ia juga menerangkan bahwa operasi kali ini bukanlah yang akan terakhir kali dilakukan dalam bulan Ramadan ini. Operasi serupa masih akan terus ditegakkan demi menjaga kondusifitas Kota Malang.




