Kabupaten Malang, Blok-a.com – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sekaligus Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat melantik seluruh ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kota dan kabupaten se-Jawa Timur di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang pada Jumat (17/7/2026).
Sudaryono mengatakan Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi peresmian karena menjadi salah satu sentra perkebunan tebu di Jawa Timur yang berkontribusi besar terhadap produksi gula nasional.
“Hari ini kita pilih di Malang. Alasannya Malang juga adalah salah satu sentra pertanian, khususnya perkebunan tebu. Jawa Timur ini juara urusan gula. Hampir 50 persen produksi gula kita bersumber dari tebu di Jawa Timur,” katanya.
Selain tebu, Jawa Timur juga memiliki potensi besar pada komoditas jagung dan padi. Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pertanian di provinsi tersebut.
Meski produksi pertanian saat ini dinilai sudah optimal, Sudaryono menyebut tantangan berikutnya adalah meningkatkan produktivitas. Agar Indonesia mampu memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri tanpa bergantung pada impor.
“PR-nya adalah peningkatan produksi. Selama ini hasilnya sudah maksimal. Kita butuh peningkatan produksi lagi supaya menuju swasembada dan tidak perlu impor lagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan tidak hanya menghentikan impor gula konsumsi, tetapi juga gula untuk kebutuhan industri yang selama ini masih dipenuhi melalui impor gula rafinasi.
“Keinginan Presiden adalah ke depan gula untuk kebutuhan industri tidak boleh impor lagi,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan bagi petani berupa traktor, benih, dan sarana produksi pertanian lainnya. Penyerahan yang dilakukan dalam acara tersebut bersifat simbolis karena sebagian bantuan telah lebih dahulu disalurkan kepada para petani.
“Traktor, benih, yang diserahkan tadi memang simbolis, tetapi sebenarnya bantuan yang sudah diberikan jumlahnya lebih banyak,” pungkas Sudaryono. (yog)




