Kota Malang, blok-a.com – Usulan rute untuk koridor dua Trans Jatim yang mengarah ke Kota Malang masih dalam tahap pematangan. Hingga kini, belum ada penetapan rute dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya masih melakukan sinkronisasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait rute yang akan dilalui Trans Jatim koridor dua.
“Ada dua (usulan), tapi terserah dari sana,” ujar Jaya, Rabu (26/8).
Salah satu usulan rute mengarah melalui kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Berdasarkan skenario yang dibahas, bus dari Terminal Arjosari akan melintasi kawasan MCC, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Mayjend Panjaitan, Betek, hingga kawasan pusat kota.
“Arjosari, MCC. Terus Panjaitan. MCC, Suhat, Panjaitan, Betek, kota, BCA, sini,” jelasnya.
Selain melalui Suhat, terdapat pula usulan rute yang melintasi kawasan Sulfat. Namun, Jaya menegaskan, keputusan akhir terkait rute tersebut masih berada di pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Intinya diharapkan Trans Jatim koridor dua jalan, feedernya juga jalan,” katanya.
Untuk penentuan titik halte atau shelter, Jaya menyebut hingga saat ini belum dilakukan pemasangan patok. Pihaknya masih melakukan survei untuk menentukan lokasi titik henti yang sesuai.
“Halte? Belum, belum. Masih survei. Diupayakan gak terlalu panjang, gak terlalu pendek,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pengadaan koridor dua Trans Jatim, Jaya menyebut anggarannya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Pelaksanaannya diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026.
Namun, ia belum dapat memastikan mekanisme penetapan maupun pengadaan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim.
“Kalau Trans Jatimnya itu PAK, oke. Kalau feeder nggak, nggak ngurusi dulu. Saya nggak tahu persis lah. Tapi walaupun sepintas setahu saya adalah katanya beliau itu bulan Oktober ya, berbarengan dengan rencana pelaksanaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, koordinasi dengan sopir dan angkutan kota (angkot) pascapertemuan di Harris Hotel & Convention disebut berjalan aman. Jaya menyebut hingga kini tidak ada tanggapan lanjutan dari para sopir.
“Ndak ada. Aman, aman,” pungkasnya. (bob)




